Jakarta,Chans Media -
Seorang pedagang sate Padang di kawasan Percetakan Negara, Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menjadi korban penganiayaan.
Peristiwa itu terjadi diduga dilakukan oleh dua pria yang kerap meminta makan dan minum gratis.
Akibat peristiwa itu, korban bernama Hikmatul Lisan (25) mengalami luka di bagian pelipis dan pipi kiri setelah diduga dipukul oleh pelaku pada Sabtu (6/6/2026) malam.
Kakak korban, Deni, mengatakan peristiwa itu bermula ketika adiknya menagih pembayaran makanan dan minuman yang selama ini dikonsumsi para pelaku.
"Kejadiannya malam Minggu lalu. Adik saya dianiaya oleh dua orang yang merupakan warga sekitar," kata Deni kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).
Menurut Deni, kedua pelaku yang disebut merupakan ayah dan anak tersebut sering datang ke lapak sate Padang milik korban untuk makan dan minum tanpa membayar.
"Mereka berdua suka minta makan terus-terusan ke lapak adik saya. Selama ini tidak pernah membayar makanan di lapak kami. Biasanya mereka makan sate dan minum jus," ujarnya.
Deni menyebut salah satu terduga pelaku bernama Gery.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka pada bagian wajah dan hingga kini masih mengalami trauma.
"Adik saya masih linglung akibat tonjokan para pelaku," ujarnya.
Korban pun akhirnya pada Senin (8/6/2026) kemarin telah membuat laporan ke Polsek Cempaka Putih.
Sebab, Deni menilai aksi para pelaku sudah sangat meresahkan para pedagang di sekitar lokasi.
Ia menyebut bukan hanya lapak milik adiknya yang menjadi sasaran.
"Bukan cuma lapak adik saya saja. Pedagang lain juga sering dimintai makan dan minum gratis. Mereka tidak pernah mau bayar. Sekalinya diminta bayar, malah menganiaya," katanya.
Ia berharap pihak kepolisian segera menangkap para pelaku dan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
"Keduanya harus segera ditangkap karena sangat meresahkan pedagang sekitar yang kerap kali dipalak," tegas Deni.
Sementara itu, Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Pengki Sukmawan, membenarkan bahwa korban telah membuat laporan polisi terkait dugaan penganiayaan tersebut.
"Korban sudah membuat laporan. Dugaan sementara, peristiwa dipicu karena terduga pelaku tidak mau membayar makanan dan minuman," kata Pengki.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan belum mengamankan pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Sumber : Tribunnews.com



