Tegal, Chansmedia.net - Praktik distribusi bahan bakar minyak (BBM) ilegal jenis solar yang dikenal di lapangan sebagai solar “cong” kembali menjadi sorotan serius di wilayah Kota Tegal. Berdasarkan hasil penelusuran serta investigasi lapangan yang dilakukan tim media, aktivitas tersebut diduga melibatkan sejumlah pihak dan berlangsung secara terstruktur.
Dalam investigasi yang berkembang, seorang purnawirawan Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL) berinisial A diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas distribusi solar ilegal tersebut.
Selain itu, oknum tersebut juga disebut-sebut ter afiliasi dengan seorang pengusaha solar berinisial D, yang diduga turut berperan dalam jaringan distribusi BBM ilegal di wilayah pesisir Tegal.
Solar hasil olahan atau 'chong' tersebut selanjutnya diduga didistribusikan secara masif ke kawasan Pelabuhan Tegal guna memenuhi kebutuhan operasional kapal-kapal nelayan.
Salah seorang nelayan setempat, Guntur (37 thn), mengaku sering menyaksikan langsung proses distribusi tersebut.
“Hampir setiap hari ada saja truk tangki biru putih 8000 liter datang lalu melakukan pengisian solar ke kapal-kapal nelayan. Tulisan di tangkinya PT Indah Raya Sentosa,” ujar guntur kepada tim investigasi.
Refli Siregar, pengamat hukum menilai praktik distribusi BBM ilegal di wilayah pelabuhan tidak dapat dipandang sebagai pelanggaran biasa. Aktivitas semacam ini diduga telah berkembang menjadi rantai bisnis ilegal yang terorganisir, melibatkan distribusi dalam jumlah besar dan berpotensi merusak tata kelola energi nasional.
Apabila dugaan tersebut benar, maka negara dinilai tidak boleh kalah oleh praktik mafia BBM yang terus beroperasi secara terang-terangan. Penegakan hukum yang tegas, transparan, dan menyeluruh dinilai menjadi langkah penting guna memutus rantai distribusi solar ilegal yang selama ini meresahkan masyarakat.
Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum, termasuk kepolisian, TNI, BPH Migas, serta instansi terkait lainnya untuk segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk alur distribusi, sumber pasokan BBM, legalitas armada pengangkut, hingga aktivitas di pelabuhan Tegal yang disebut dalam investigasi.
Hingga saat ini, pihak-pihak yang disebut dalam investigasi, termasuk purnawirawan berinisial A maupun perusahaan yang namanya tercantum pada armada tangki, belum memberikan keterangan ataupun klarifikasi resmi.



