Batam, Chansmedia.net-
Kepulauan Riau (Kepri) memasuki babak baru dalam struktur pertahanan nasional. Provinsi yang berada di kawasan perbatasan dan memiliki posisi strategis di jalur perdagangan internasional itu kini memiliki Komando Daerah Militer (Kodam) sendiri, yakni Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah.
Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah resmi diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Peresmian Kodam baru tersebut menjadi bagian dari penataan dan pengembangan organisasi TNI yang dilakukan secara serentak. Dalam momentum yang sama, Presiden Prabowo meresmikan 204 satuan baru TNI yang tersebar di tiga matra.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Senin, 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI,” kata Presiden Prabowo saat upacara.
Pembentukan Kodam baru tersebut membawa perubahan dalam struktur komando kewilayahan TNI Angkatan Darat di Kepulauan Riau. Sebelumnya, wilayah Kepri berada di bawah Kodam I/Bukit Barisan yang bermarkas di Medan, Sumatera Utara.
Dengan diresmikannya Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah, seluruh wilayah Kepulauan Riau kini berada dalam cakupan komando teritorial baru. Mayjen TNI Rionardo dipercaya sebagai Pangdam XXV/Mahmud Riayat Syah sekaligus menjadi Pangdam pertama yang memimpin Kodam baru tersebut.
Penetapan Rionardo ditandai dengan penyerahan tongkat komando dan bendera kesatuan oleh Presiden Prabowo bersama para Pangdam dari enam Kodam baru lainnya.
Rionardo merupakan perwira tinggi TNI AD lulusan Akademi Militer 1994. Sebelum mendapat kepercayaan memimpin Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah, ia menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial.
Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah menjadi satu dari enam Kodam baru yang diresmikan Presiden Prabowo pada HUT ke-81 TNI.
Lima Kodam lainnya yakni Kodam XXVI/Mataram, Kodam XXVII/Sobe Sonbai, Kodam XXVIII/Molku Kie Raha**, Kodam XXIX/Mambruk, dan Kodam XXX/Rinambora.
Penambahan enam Kodam tersebut menjadi bagian dari pengembangan organisasi TNI AD untuk memperkuat struktur komando kewilayahan, terutama di sejumlah kawasan yang dinilai strategis.
Penguatan organisasi juga dilakukan pada tingkat satuan di bawahnya. TNI AD mendapat tambahan 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, serta tiga Batalyon Bantuan Tempur.
Sementara itu, TNI Angkatan Laut menambah satu Brigade Infanteri Marinir dan empat batalyon Marinir. Di lingkungan TNI Angkatan Udara, pengembangan organisasi mencakup Divisi II Korpasgat, satu brigade, tiga batalyon, satu skadron pendidikan, dua skadron udara, dan dua satuan radar.
Rangkaian peresmian ditandai dengan penekanan sirine dan dilanjutkan penyerahan tongkat komando serta bendera kesatuan kepada para pimpinan satuan baru.
Berdirinya Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah sekaligus menandai hadirnya struktur komando TNI AD tersendiri di Kepulauan Riau. Kehadiran Kodam ini diharapkan memperkuat koordinasi dan efektivitas komando kewilayahan di provinsi yang memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan Indonesia.
(Izazat Karunia)



