4 Perampok Sopir Taksi Online Diringkus, Satu Dibikin Cacat Polisi Karena Mencoba Kabur

 

Chanmedia.online - Penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan menangkap empat tersangka komplotan perampok yang sempat menguras harta sopir taksi online bernama Dimas.

Dalam penangkapan ini, satu diantara empat tersangka itu dibikin cacat polisi karena berusaha kabur dan melawan saat ditangkap.

Keempat pelaku yakni Roberto, Syafrizal, Chandra dan Jackson.

Menurut Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda, para pelaku ini sudah sempat melarikan mobil milik korban.

Ia menyampaikan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (18/6/2023) malam lalu.

Modus para pelaku dengan cara menjebak korban.

Para pelaku awalnya memesan taksi online melalui aplikasi.

"Para pelaku ini memesan ojek online di sekitaran Percut, total pelaku ada empat orang sebagai penumpang".

Dikatakannya, para pelaku ini memesan taksi online korban menuju ke arah kawasan Medan Amplas.

Setelah naik ke mobil korban, di tengah perjalanan, tepatnya di dekat gerbang Tol Amplas, salah satu pelaku meminta korban berhenti dengan alasan mau buang air kecil.

"Pada saat itu terjadi upayakan penganiayaan, dengan cara korban dijerat dengan kabel, lalu dianiaya dan diikat," sebutnya.

Valentino menyampaikan, saat itu korban langsung dipindahkan dari bangku sopir ke bangku belakang dan dibawa menuju kawasan Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai.

Di lokasi tersebut korban diturunkan," ungkapnya.

Lebih lanjut, disampaikannya, dalam kondisi sudah babak belur dan mulut ditutupi lakban, korban ditemukan oleh warga dan ditolong.

"Pada saat itu terjadi upayakan penganiayaan, dengan cara korban dijerat dengan kabel, lalu dianiaya dan diikat," sebutnya.

Valentino menyampaikan, saat itu korban langsung dipindahkan dari bangku sopir ke bangku belakang dan dibawa menuju kawasan Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai.

"Di lokasi tersebut korban diturunkan," ungkapnya.

Lebih lanjut, disampaikannya, dalam kondisi sudah babak belur dan mulut ditutupi lakban, korban ditemukan oleh warga dan ditolong.

"Sekitar pagi hari ditemukan warga, korban mengalami kekerasan tapi tidak mengalami hal yang fatal," ujarnya.

Dijelaskan Valentino, ketika itu korban pun menghubungi pihak keluarga dan setelah itu ia pun dijemput.

"Lalu dia dijemput orang tuanya dan membuat laporan," bebernya.

Mantan Dir Lantas Polda Sumut ini mengungkapkan, setelah menerima laporan dari korban pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku.

"Dalam waktu dua hari ini kita berhasil ungkap, dan mengamankan empat orang pelaku dan semua sudah kita amankan," ungkapnya.

Namun, ia mengatakan saat akan ditangkap pelaku Roberto melakukan perlawanan terhadap petugas, sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur dibagian kaki kanannya.

"Ada satu orang yang kita lakukan tindakan tegas terukur, karena pada saat dinamika penangkapan melakukan perlawanan terhadap petugas," pungkasnya.

Sumber : Medan.tribunnews.com

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال