Chansmedia.online BATAM, – Kondisi Brigadir Toto Herianto, polisi yang kena anak panah saat melakukan pengamanan dalam penertiban kawasan Tangki 1000 Batu Ampar, Rabu (5/7/2023) kemarin, saat ini sudah mulai membaik.
Setelah sempat mendapatkan penanganan darurat di rumah sakit, kondisi Toto kini mulai pulih di Rumah Sakit Budi Kemuliaan.
Toto sudah bisa duduk, hanya saja infus masih menempel di tubuhnya.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri bersama dan Wakapolresta Barelang AKBP Syafrudin Semidang Sakti membesuk Toto, anggota Brimob Polda Kepri yang terluka kena anak panah saat penertiban Ruli Tangki 1000 pada hari Kamis (06/07).
Dalam kunjungan besuk itu, Kapolresta didampingi seluruh PJU Polresta.
Kunjungan Kapolresta itu dalam rangka dukungan moril, memberikan semangat atas pengabdian menjalankan tugas negara.
Selain itu, Kapolresta Barelang tetap memberikan semangat kepada anggota Brimob Polda Kepri Brigadir Toto Herianto agar cepat pulih kembali dan bisa berdinas seperti biasanya. Juga disampaikan kepada pihak keluarga ikut memberi semangat agar cepat pulih kembali.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Barelang juga memberikan tali asih kepada Brigadir Toto Herianto dan keluarga sebagai bentuk dukungan moril.
Kepada pihak keluarga Toto, Kapolresta Barelang menyampaikan kejadian ini tidak ada yang menginginkan terjadi, dan ini merupakan resiko sebagai anggota Polri Abdi Negara.
“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan dalam rangka penegakan hukum adalah untuk kepentingan masyarakat, serta membantu pembangunan Kota Batam,” ucap Kapolresta Barelang itu.
Kapolresta Nugroho Tri menyesalkan hal ini terjadi, di mana tindakan pelaku menyerang aparat adalah melanggar hukum, dan berharap ke depannya tidak terulang kembali.
Padahal, menurut dia kehadiran Polri hadir di lokasi penggusuran adalah dalam rangka pengamanan, sedangkan yang melakukan ekseskusi penggusuran adalah Satpol-PP dan BP Batam.
’Ini berulang kali saya sampaikan kepada masyarakat kota Batam, tim terpadu turun adalah langkah terkahir untuk melakukan penertiban, karena sebelumnya sudah dilakukan langkah - langkah persuasif dan bisa dipahami semua kalangan masyarakat Kota Batam,’’ tutur Kapolresta Nugroho.
Sumber : Tribunnews.com



