JAKARTA, CHANSMEDIA–
Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr Cipto Mangunkusumo atau RSCM berhasil menduduki peringkat ke-36 dalam daftar The Most Reputable Academic Medical Center 2023. Pemeringkatan itu merupakan hasil studi yang dilakukan oleh Brand Finance, yakni konsultan strategi independen terkemuka di dunia yang berkantor pusat di London, Inggris, dan tersebar di lebih dari 20 negara. Untuk menentukan reputasi rumah sakit (RS), Brand Finance melakukan wawancara yang melibatkan dokter, ahli bedah, dan penyedia layanan kesehatan lain.
Wawancara dilaksanakan di 47 negara di seluruh dunia serta melibatkan 50 Academic Medical Centers (AMCs) dan 2.500 tenaga kesehatan profesional. Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui perawatan pasien, penelitian medis, serta pelatihan dan pendidikan yang mencerminkan seluruh layanan rumah sakit. Tak hanya itu, RSCM juga mendapatkan anugerah Recognition of Excellence Awards dari OpenGov Asia untuk aplikasi smartRSCM.
Untuk diketahui, smartRSCM merupakan salah satu inovasi dalam bidang digitalisasi yang diluncurkan RSCM pada Agustus 2022. Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSCM dr Sumariyono, SpPD-KR MPH mengatakan, lewat aplikasi tersebut, pasien bisa berkonsultasi dengan dokter secara virtual (telemedisin) di mana pun dan kapan pun. Pasien juga bisa melakukan reservasi layanan, menebus obat, dan melakukan pembayaran. “Aplikasi itu memungkinkan pasien berkonsultasi lewat video call. Rekam medik pasien pun akan terpantau oleh dokter secara akuntabel sesuai standar internasional,” jelas dr Sumariyono saat berbincang bersama Kompas.com di Gedung Kiara RSCM, Senen, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2023).
Menurut dr Sumariyono, penghargaan yang diterima RSCM menjadi bukti nyata bahwa RSCM terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional di Indonesia. Berbicara soal standar layanan kesehatan internasional, dokter spesialis kardiovaskular RSCM Dr dr Muhammad Yamin, SpJP(K) menjabarkan bahwa sebagai RS pusat rujukan nasional, RSCM memiliki tiga fungsi utama. Pertama, RSCM berfungsi sebagai RS harapan terakhir bagi pasien dengan kasus berat dari seluruh Indonesia.
Kedua, RSCM merupakan representasi layanan kesehatan di Tanah Air. Ketiga, RSCM juga menjadi pusat pendidikan kesehatan bagi tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia. “Dengan tiga fungsi tersebut, RSCM harus menyediakan layanan terbaik, mulai dari peralatan lengkap, sumber daya manusia (SDM) terbaik, hingga teknologi termutakhir,” jelas dr Yamin.
Untuk memberikan layanan kesehatan berstandar internasional, salah satu aspek yang menjadi fokus RSCM adalah pengembangan teknologi kesehatan. Dalam bedah saraf, misalnya, RSCM telah mengembangkan gamma knife, yakni metode pembedahan tanpa sayatan (non-invasif) untuk berbagai gangguan saraf, kelainan pembuluh darah, serta tumor di kepala dan leher bagian atas. Metode ini tidak menggunakan pisau, tetapi alat berteknologi canggih bernama Leksell Gamma Knife Perfection. Alat ini bekerja dengan memanfaatkan sinar gama. Dr dr Setyo Widi Nugroho, SpBS (K) mengatakan, Leksell Gamma Knife Perfection merupakan gold standard dalam radiosurgery yang berstandar internasional.
Metode itu, lanjut dia, tidak memerlukan pembiusan total dan tidak menimbulkan risiko pasca-operasi. Dengan sesi terapi yang singkat, pasien bahkan dapat pulang pada hari yang sama. Peningkatan teknologi kesehatan juga dilakukan RSCM melalui pengembangan sel punca (stem cell) serta produk metabolitnya, seperti eksosom dan sekretom. Sebagai informasi, sel punca merupakan sel yang berasal dari sumsum tulang belakang, tali pusat, dan lemak. Sel ini memiliki kemampuan untuk beregenerasi dan berkembang menjadi berbagai jenis sel khusus. Artinya, sel punca memiliki potensi tinggi dalam pemulihan cedera atau perbaikan organ tubuh yang rusak Sementara itu, produk metabolit sel punca mengandung banyak faktor pertumbuhan yang bersifat regeneratif dan dapat memperbaiki jaringan. Kepala Instalasi Pelayanan Terpadu Teknologi Kedokteran Sel Punca RSCM Prof Dr dr Ismail Hadisoebroto Dilogo, SpOT(K) menjelaskan, di RSCM, sel punca banyak dimanfaatkan dalam kasus ortopedi dan traumatologi. “Secara umum, ada empat tujuan penggunaan sel punca dalam kasus ortopedi dan traumatologi. Keempat tujuan ini adalah replace, reconstruction, regeneration, dan restoration (4R),” ujar dr Ismail.
Hal senada juga disampaikan Profesor Chen. Dia mengatakan bahwa kerja sama tersebut menunjukkan komitmen penuh kedua belah pihak dalam penyediaan layanan kesehatan terbaik dan berstandar internasional di masing-masing negara. “Kami telah lama bekerja sama dengan RSCM. MoU ini kembali menegaskan komitmen kedua belah pihak, terlebih RSCM merupakan RS standar rujukan nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia,” ujar Profesor Chen.
Sumber: KOMPAS



