Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto mendukung pemanfaatan yang optimal terhadap dua belas sumber gas baru yang baru ditemukan oleh Indonesia. Lapangan tersebut memiliki total potensi produksi sebesar 1,2 juta ton akan produksi dari LPG.
Temuin ini sangat menggembirakan karena dapat menekan angka impor gas setiap tahun. Oleh karenanya ia mendorong adanya pembuatan roadmap akan pemanfaatan sumber daya alam tersebut oleh Kementerian ESDM.
Ia juga meminta pemerintah untuk memaksimalkan peran SKK Migas, Pertamina dan perusahaan-perusahaan negara lainnya untuk mengelola ladang tersebut. Prioritas ini perlu dilakukan agar setiap gas yang dihasilkan dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
“Namun pertanyaannya, kenapa baru sekarang Pemerintah memetakan potensi LPG tersebut. Harusnya dari dulu. Ini mengindikasikan bahwa mafia impor migas memang eksis dan membuat Pemerintah tidak berdaya,” kata Mulyanto, dilansir pada Senin (6/11).
Karena itu, lanjut Mulyanto, Pemerintah harus menata ulang ekosistem industri LPG ini agar tidak ada campur tangan mafia yang merugikan negara.
“Ini temuan yang sangat menarik. Pasar domestiknya sudah jelas. Dengan kejelasan ini, tentunya Investor yang tertarik juga akan banyak. Asal pemerintah memberi kemudahan dan insentif dalam pengusahaannya. Pemerintah tidak boleh kalah dari mafia impor ini,” tukas Mulyanto
Mulyanto menilai, dengan temuan LPG tersebut maka Indonesia dapat mengurangi impor LPG, sekaligus dapat menekan defisit perdagangan migas.
Sumber : wartaekonomi.com

.webp)

