Jakarta, Chansmedia.online
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani mengatakan perekonomian Indonesia perlu tumbuh 6%-7% setiap tahun agar menjadi negara maju pada 2045 mendatang.
"Kita selalu bilang Indonesia ingin menjadi negara maju pada 2045, itu bagus banget, Kadin pun sudah membuat roadmap 2045, tetapi ada satu hal yang perlu kita perhatikan, kita enggak akan bisa sampai jadi negara maju kalau pertumbuhan ekonomi kita seperti ini," ungkap Shinta W Kamdani di acara “Core Economic Outlook 2024” di Perpusnas, Jakarta, Selasa (12/12/2023).
Menurut Shinta, perekonomian Indonesia sudah cukup baik, tetapi belum mengesankan. Pada kuartal III 2023, pertumbuhan ekonomi hanya 4,94% (year on year/yoy) di bawah proyeksi Apindo pada rentang 5%-5,30% yoy.
Shinta mengemukakan dengan sisa waktu yang ada sekitar 10 tahun, pemerintah harus fokus meningkatkan lapangan pekerjaan dalam menyambut bonus demografi.
"Jadi prinsipnya we have to pay attention bahwa we only have the next ten years bisa tidak ekonomi kita tumbuh 6%-7%, kembali lagi kita selalu bicara produktivitas dan ini yang perlu jadi perhatian kita semua," imbuh dia.
Shinta mengatakan sebagian besar sektor usaha tumbuh positif secara pada kuartal III 2023. Sejumlah leading sectors ekonomi Indonesia yang berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), seperti industri pengolahan tumbuh 5,20% berkontribusi sebesar 18,75%, pertanian tumbuh 1,46% berkontribusi sekitar 13,57%, perdagangan tumbuh 5,08% berkontribusi sebesar 12,96%, pertambangan tumbuh 6,95% berkontribusi sebesar 10,18% dan kontruksi tumbuh 6,39% berkontribusi 9,86% terhadap PDB.
Adapun sektor usaha dengan pertumbuhan tinggi, di antaranya transportasi dan pergudangan 14,74%, akomodasi, makan dan minum 10,90% dan jasa lainnya sebesar 11,14%.
Sumber:Berita Satu.com



