160 Pengajar Praktik Banten Mendapat Sertifikat Kelulusan, Siap Terjun Mendampingi Calon Guru Penggerak Angkatan 10


Program Pendidikan Guru Penggerak merupakan salah satu program unggulan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi di bawah kepemimpinan Nadiem Anwar Makarim. Program tersebut dirancang untuk menyiapkan para pemimpin pembelajaran yang akan menjadi penggerak utama pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan. Para lulusan program tersebut disiapkan untuk menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah, dan berbagai posisi pemimpin pembelajaran. Bahkan, saking istimewanya guru penggerak, mereka bisa mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) tanpa perkuliahan, langsung ujian.
“Bersyukur dan bahagia, karena ada kesempatan buat mendampingi CGP. Tentunya, sembari mendampingi CGP saya akan upgrade ilmu PGP lagi, lebih maksimal dan lebih dalam lagi,” ungkap Neti melalui pesan Whatsapp. Neti juga merasa selama Pendidikan Guru Penggerak ia belum maksimal menerapkan ilmunya, sehingga saat menjadi pengajar praktik pastinya bisa lebih maksimal lagi.

Salah satu aktor yang terlibat dalam penyelenggaraan Program Guru Penggerak adalah Pengajar Praktik. Para pengajar praktik ini merupakan para praktisi yang berasal dari berbagai posisi seperti guru, kepala sekolah, pengawas, bahkan dosen dari perguruan tinggi. Mereka bertugas untuk mendampingi para calon guru penggerak secara luring atau tatap muka melalui kegiatan Pendampingan Individu.

Pengajar praktik direkrut melalui seleksi yang cukup panjang, terdiri atas tiga tahap seleksi. Seleksi Tahap I berupa pengisian portofolio dan esai secara daring melalui akun SIM PKB masing-masing. Jika lulus Seleksi Tahap I, calon pengajar praktik akan mengikuti Seleksi Tahap II berupa simulasi mengajar dan wawancara yang dilakukan secara virtual melalui Google Meet. Bagi calon pengajar praktik yang berasal dari lulusan guru penggerak, Seleksi Tahap II hanya dilakukan melalui wawancara, tanpa simulasi mengajar. Calon pengajar praktik yang lulus Seleksi Tahap II masih harus mengikuti Seleksi Tahap III yaitu pembekalan secara virtual dengan beban belajar 120 jam.

Menyambut penyelenggaraan Program Guru Penggerak Angkatan 10, Provinsi Banten telah meluluskan sebanyak 160 calon pengajar praktik. Mereka telah mendapat sertifikat kelulusan Seleksi Tahap III yang diselenggarakan pada akhir tahun 2023, dan sudah dianggap kompeten untuk mendampingi para calon guru penggerak. Sebanyak 160 pengajar praktik tersebut berasal dari guru penggerak yang tersebar di delapan kota dan kabupaten. Kedelapan kota dan kabupaten tersebut adalah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan sangat berbahagia, karena masih bisa untuk terus berbagi praktik baik serta ilmu yang saya dapatkan dari Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6, untuk mendampingi Calon Guru Penggerak Angkatan 10 untuk bersama-sama bersemangat dalam mewujudkan tranformasi pendidikan,” ujar Imam Fiqry Ramadhan, pengajar praktik yang merupakan guru SDN Tembulun 2 Kota Cilegon. Imam juga berharap agar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi terus melanjutkan dan mengembangkan program Guru Penggerak karena dinilai sangat positif dalam mengembangkan kompetensi guru, termasuk kompetensi sosial emosional. Program tersebut juga dapat mendorong guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Imam mencontohkan, sekolah tempat ia bertugas mendapat nilai Rapor Mutu dengan peringkat lima terbaik di Kota Cilegon.

“Guru bergerak, Indonesia maju!” pungkas Imam yang juga aktif sebagai Ketua Komunitas Belajar Guru Penggerak Kota Cilegon, melalui pesan Whatsapp pada hari Kamis (04/01)

Hal senada juga disampaikan oleh Neti Hotmariana, pengajar praktik yang merupakan guru kimia SMAN 3 Tangerang.

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال