Program
Pendidikan Guru Penggerak merupakan salah satu program unggulan Kementerian
Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi di bawah kepemimpinan Nadiem Anwar
Makarim. Program tersebut dirancang untuk menyiapkan para pemimpin pembelajaran
yang akan menjadi penggerak utama pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan. Para
lulusan program tersebut disiapkan untuk menjadi kepala sekolah, pengawas
sekolah, dan berbagai posisi pemimpin pembelajaran. Bahkan, saking istimewanya
guru penggerak, mereka bisa mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) tanpa
perkuliahan, langsung ujian.
“Bersyukur dan bahagia, karena
ada kesempatan buat mendampingi CGP. Tentunya, sembari mendampingi CGP saya
akan upgrade ilmu PGP lagi, lebih maksimal dan lebih dalam lagi,” ungkap Neti
melalui pesan Whatsapp. Neti juga merasa selama Pendidikan Guru Penggerak ia belum
maksimal menerapkan ilmunya, sehingga saat menjadi pengajar praktik pastinya bisa
lebih maksimal lagi.
Salah
satu aktor yang terlibat dalam penyelenggaraan Program Guru Penggerak adalah
Pengajar Praktik. Para pengajar praktik ini merupakan para praktisi yang berasal
dari berbagai posisi seperti guru, kepala sekolah, pengawas, bahkan dosen dari
perguruan tinggi. Mereka bertugas untuk mendampingi para calon guru penggerak
secara luring atau tatap muka melalui kegiatan Pendampingan Individu.
Pengajar
praktik direkrut melalui seleksi yang cukup panjang, terdiri atas tiga tahap
seleksi. Seleksi Tahap I berupa pengisian portofolio dan esai secara daring melalui
akun SIM PKB masing-masing. Jika lulus Seleksi Tahap I, calon pengajar praktik
akan mengikuti Seleksi Tahap II berupa simulasi mengajar dan wawancara yang
dilakukan secara virtual melalui Google Meet. Bagi calon pengajar praktik yang
berasal dari lulusan guru penggerak, Seleksi Tahap II hanya dilakukan melalui
wawancara, tanpa simulasi mengajar. Calon pengajar praktik yang lulus Seleksi
Tahap II masih harus mengikuti Seleksi Tahap III yaitu pembekalan secara
virtual dengan beban belajar 120 jam.
Menyambut
penyelenggaraan Program Guru Penggerak Angkatan 10, Provinsi Banten telah
meluluskan sebanyak 160 calon pengajar praktik. Mereka telah mendapat sertifikat
kelulusan Seleksi Tahap III yang diselenggarakan pada akhir tahun 2023, dan sudah dianggap kompeten untuk mendampingi para
calon guru penggerak. Sebanyak 160 pengajar praktik tersebut berasal dari guru
penggerak yang tersebar di delapan kota dan kabupaten. Kedelapan kota dan
kabupaten tersebut adalah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten
Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang, dan
Kota Tangerang Selatan.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan sangat berbahagia, karena masih bisa untuk terus berbagi praktik baik serta ilmu yang saya dapatkan dari Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6, untuk mendampingi Calon Guru Penggerak Angkatan 10 untuk bersama-sama bersemangat dalam mewujudkan tranformasi pendidikan,” ujar Imam Fiqry Ramadhan, pengajar praktik yang merupakan guru SDN Tembulun 2 Kota Cilegon. Imam juga berharap agar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi terus melanjutkan dan mengembangkan program Guru Penggerak karena dinilai sangat positif dalam mengembangkan kompetensi guru, termasuk kompetensi sosial emosional. Program tersebut juga dapat mendorong guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Imam mencontohkan, sekolah tempat ia bertugas mendapat nilai Rapor Mutu dengan peringkat lima terbaik di Kota Cilegon.
“Guru bergerak, Indonesia maju!” pungkas Imam yang juga aktif sebagai Ketua Komunitas Belajar Guru Penggerak Kota Cilegon, melalui pesan Whatsapp pada hari Kamis (04/01)
Hal
senada juga disampaikan oleh Neti Hotmariana, pengajar praktik yang merupakan
guru kimia SMAN 3 Tangerang.



