Palembang- Gerakan Tuntutan Rakyat (GTR) menyoroti banyaknya gudang penampungan BBM Ilegal yang masih melakukan aktifitasnya setiap hari di wilayah Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumsel, GTR Sumsel akan menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda Sumsel.
Sepertinya atensi Kapolda dalam menindak tegas Ilegal driling dan gudang penampungan BBM Ilegal yang ada diwilayah hukum Polda Sumsel, diduga diabaikan saja oleh Kapolres Ogan Ilir terbukti masih banyaknya gudang penampungan BBM ilegal yang masih bebas beraktifitas.
Saat dikonfirmasi Rinaldi Davinci selaku Ketua GTR Sumsel mengatakan, Kapolda Sumsel terus berupaya untuk membersihkan Provinsi Sumsel dari kegiatan ilegal yang merugikan negara dan masyarakat. Tapi secara diam diam masih saja ada gudang BBM ilegal yang buka diwilayah Kabupaten Ogan Ilir.
"Sepertinya Polres Ogan Ilir tidak sungguh sungguh dalam melaksanakan atensi Kapolda Sumsel," katanya.
Rinaldi melanjutkan, terkait adanya kegiatan Ilegal yang marak ini. Dirinya bersama rekan GTR akan menggelar aksi unjukrasa di Mapolda Sumsel.
"Menurut pengamatan kami dari GTR, Polres Ogan tidak sungguh sungguh dalam menindak tegas pemilik gudang penampungan BBM Ilegal yang ada diwilayah hukumya," ujarnya.
Rinaldi menegaskan, ada tiga point yang akan disampaikan dalam orasinya nanti yakni :
1 .Meminta Kapolda Sumsel untuk segera mencopot Kapolres Ogan Ilir.
2 .Meminta Kapolda Sumsel untuk mencopot Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir.
3 .Meminta Kapolda Sumsel Untuk segera mencopot Kanit Pidsus Polres Ogan Ilir.
"Tiga tuntutan kami tersebut terkait diduga masih banyaknya aktifitas mavia minyak di Kabupaten Ogan Ilir," pungkasnya. (Mdn)


