Palembang- Warga resah dan mengeluh dengan adanya diduga aktifitas pungli Oknum berkedok Organisasi Masyarakat (Ormas) Persatuan Putra Putri Sriwijaya (P3S), Oknum ini mendirikan pos dan memungut sejenis kupon dari setiap mobil tanah yang melintas di jalan Tanjung Barangan Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat 1 Kota Palembang Provinsi Sumsel.
Jalan tersebut jadi akses mobil pengangkut tanah berlalu lalang, jalan permukiman warga jadi berdebu dan sering macet. Tapi warga setempat tidak berani berbuat banyak karna takut dengan Oknum Ormas P3S, seperti Ormas tersebut sebagai pengamanan mobil tanah yang melintas dilokasi tersebut.
Untuk menghindari katagori pungli, Oknum Ormas tersebut memungut sejenis kupon kepada setiap mobil pengangkut tanah yang melintas. Kupon tersebut nantinya disetorkan oleh Oknum tersebut kepada pemilik galian liter C untuk dicairkan menjadi uang tunai.
Kuat dugaan kalau Ormas ini kebal hukum, berdasarkan info yang didapat kalau Oknum ini sudah seringkali diamankan oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Tapi Oknum ini selalu dilepas dan terus melakukan aktifitasnya tersebut sampai dengan saat ini.
Hasil pantauan awak media dilokasi tersebut, banyak sekali mobil pengangkut tanah yang berlalu lalang disana, setiap mobil yang mengangkut tanah lewat di lokasi tersebut memberikan kupon kepada Oknum tersebut.Berdasarkan info yang didapat awak media ini mengatakan, bahwa warga sekitar sudah lama resah dengan adanya armada angkutan tanah yang sudah melampaui batas melintas diareal permukiman warga tersebut.
"Dampaknya kalau hari panas debu banyak berterbangan di rumah rumah warga, tapi untuk menghentikannya warga takut, karna mereka itu berbau preman dan berdomisili didaerah sini, sekarang mereka sudah mendirikan Ormas yang namanya P3S, dengan adanya Ormas ini mereka semangkin menjadi-jadi" kata salah warga yang enggan namanya disebutkan. Rabu (17/01/2024)
Dia melanjutkan, kalau Oknum tersebut sudah sering dibawa Polisi karna di Banpolkan warga, tapi selalu dilepas. Karna tidak ada bukti kalau mereka melakukan pungli, sebab mereka pungut itu sejenis kupon.
"Kami disini sudah merasa resah sekali, apalagi disini ada sekolahan, guru guru sudah banyak yang resah dan mengeluh, tapi kami tidak berani berbuat, kami takut dengan Ormas P3S dibawah pimpinan Acek," ucapnya.
Camat Ilir Barat (IB) 1 Rahmad Hidayat Pane dihubungi menyampaikan, bahwa dirinya tidak tahu dengan kegiatan yang meresahkan warga tersebut.
"Itu pungutan ilegal tanpa izin yang dilakukan oleh Oknum yang tidak jelas," ujarnya singkat.
Sangat disayangkan hingga berita ini diterbitkan Ketua Ormas P3S belum berhasil dikonfirmasi, dan berharap melalui pemberitaan ini pihak dinas terkait dapat mendengar keluhan warga ini dan segera menindaknya. (Mdn)


