DEPOK - Pemilu serentak 2024 yang akan digelar pada 14 Februari 2024 semakin dekat. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya suhu politik di Indonesia. Isu-isu politik mulai bermunculan di berbagai media, baik media konvensional maupun media sosial.
Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah isu polarisasi politik. Isu ini sudah muncul sejak Pemilu 2019 lalu, dan semakin memanas menjelang Pemilu 2024. Hal ini terlihat dari munculnya berbagai kelompok masyarakat yang mendukung atau menolak salah satu pasangan calon.
Selain itu, isu SARA juga menjadi salah satu isu yang kerap muncul menjelang Pemilu. Isu ini dapat menimbulkan perpecahan dan ketegangan di masyarakat. Hal ini perlu diwaspadai, agar Pemilu 2024 dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Peningkatan suhu politik juga terlihat dari semakin banyaknya serangan dan propaganda politik yang dilakukan oleh masing-masing pasangan calon. Hal ini dapat menimbulkan ketegangan dan konflik di masyarakat.
Mulai dari saling ejek, saling hina, saling menjatuhkan di sosial media, penyebaran hoax dan ujaran kebencian, hingga aksi persekusi dan kriminalisme terhadap suatu pendukung pasangan capres dan cawapres, kedamaian di negara kita semakin terancam dengan adanya pemilu yang jauh dari kedewasaan serta kebijaksanaan.
Dalam suatu kesempatan sebelum mengisi acara kajian rutin di masjid Baitul Hikmah kelurahan Harjamukti, Ketua umum Majelis Ulama Indonesia kota Depok meluangkan waktu untuk diwawancarai oleh bapak M. Kabul Budiono (Ketua MUI Harjamukti, ex wartawan senior RRI TVRI) tentang bagaimana seharusnya sikap umat Islam pada saat situasi pemilu semakin memanas di negara kita.
Ketua umum MUI Kota Depok, Prof.DR.K.H Ahmad Dimyathi Badruzzaman, MA, dengan kapasitasnya selaku ulama pengayom masyarakat, memberikan nasihat kepada segenap kaum muslimin dan muslimat terutama yang berdomisili di Kota Depok . Beliau sangat menekankan bahwa siapa pun berhak memilih pasangan capres dan cawapres sesuai dengan pilihan hatinya. Yang paling utama adalah tetap menjaga ukhuwah di antara umat Islam. Beliau mengajak untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan kententraman di negara kita.
“Kita sebenarnya demokrasi. Artinya boleh memilih siapa saja yang sesuai dengan hati nurani kita. Masukan atau nasihat dari kami Majelis Ulama Indonesia Kota Depok, ukhuwah Islamiyah harus dijaga. Karena kita ini pada hakikatnya adalah bersaudara, sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran Surah Al-Hujurat ayat 10, bahwa kita ini adalah bersaudara. Bahkan lafadz selanjutnya adalah, "faaslihu Baina ahlikum" maka damaikanlah yang bertikai diantara kalian, "wattaqullaha la'allakum turhamun" dan bertakwalah kalian kepada Allah agar kalian dirahmati, agar kalian disayang oleh Allah SWT. Jadi berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta'ala dalam Al-Quran surah Al-Hujurat ayat 10 ini kita harus damai, tidak ada gontok-gontokan, tidak ada saling istilahnya ejek-mengejek antara satu dengan yang lain sehingga betul-betul (membangun situasi) kondusif di tengah-tengah masyarakat kita”.
Demikian intisari nasihat dari Ketua umum MUI Kota Depok bagi segenap umat Islam yang akan mengikuti pemilu 2024.
- Yusuf Dubali



