Chansmedia.online.
Palembang- Banyaknya eceng gondok yang tumbuh di saluran irigasi anak sungai mataram diwilayah Kecamatan Kertapati Kota Palembang, dapat dipastikan menghambat aliran sungai dan bukan saja mengganggu nelayan tapi juga mengganggu aktifitas masyarakat seperti mandi dan mencuci pakaian.
Eceng gondok tersebut tidak dapat hanyut karna terhalang oleh jembatan kuning, hingga eceng gondok tersebut menjadi bertumpuk dan meluas dipermukaan air sampai menutupi pangkalan mandi warga.
Bukan warga setempat saja yang menggunakan pangkalan mandi tersebut tapi banyak juga warga dari Rt lain yang datang ke pangkalan tersebut untuk mandi dan mencuci disana.
Saat berada dilokasi Rinaldi Davinci Koordinator Gerakan Tuntutan Rakyat (GTR) Sumsel mengatakan, Kondisi paling parah banyak sekali eceng gondok sampai menhalangi aktifitas warga hanya di aliran sungai mataram ini.
“Kami berharap eceng gondok ini harus segera ditangani oleh pihak PUPR Bidang SDA Kota Palembang. Kalau tidak, kami khawatir bila terjadi hujan deras air sungai akan meluap ke lahan persawahan dan pemukiman warga,” kata Rinaldi.
Menurut Koordinator GTR, banyaknya eceng gondok yang menghalangi aliran air tersebut. Seharusnya dibersihkan secara rutin, terutama di saat menjelang musim penghujan seperti sekarang ini.
"Padahal pihak Dinas PUPR Bidang SDA Kota Palembang pernah menangani eceng gondok tersebut. Tapi mengapa hanya sekali saja, mestinya lakukan pengawasan kembali, karna anak sungai ini rawan sekali dari eceng gondok," tuturnya.
Rinaldi mengungkapkan, akan menggelar aksi unjuk rasa kalau keluhan warga ini tidak segera ditindak lanjuti oleh pihak PUPR Bidang SDA Kota Palembang.
"Kami dari GTR Sumsel akan menggelar aksi unjukrasa dikantor Walikota Palembang, supaya Pj Walikota Palembang H Ratu Dewa dapat mengetahui kinerja anak buahnya yang diduga hanya menerima laporan baru melakukan gerakan, seharusnya pihak PUPR Bidang SDA terus lakukan pemantauan terhadap sungai dan anak sungai yang rawan dengan eceng gondok" ucapnya.
Sementara itu Hidayat warga setempat mengungkapkan, kalau pihak PUPR Bidang SDA hanya meminggirkan eceng gondok yang hanyut dipermukaan sungai ke tebing bukan diangkut oleh mereka.
"Eceng gondok tersebut hanya dipinggirkan ke tebing oleh mereka, waktu air pasang eceng gondok tersebut kembali hanyut, semestinya eceng gondok tersebut diangkut agar tidak kembali mencemari aliran sungai mataram ini," tukasnya. (Mdn)


