Chansmedia.online.
Muara Enim-- Terkait banyaknya mafia ilegal yang menjamur diwilayah Kabupaten Muara Enim, Gerakan Tuntutan Rakyat (GTR) Sumsel minta agar Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK Evaluasi jajaran Polres Muara Enim Provinsi Sumsel.
GTR Sumsel menyoroti masih terdapat banyaknya praktek Ilegal secara besar besaran di wilayah hukum Polres Kabupaten Muara Enim seperti Pertambangan Ilegal, Transportir yang bebas beraktifitas, gudang penampungan BBM ilegal dan lain sebagainya.
Saat dikonfirmasi awak media ini Rinaldi Davinci selaku Koordinator GTR Sumsel mengatakan, sepertinya Polres Kabupaten Muara Enim tutup mata dengan adanya kegiatan Ilegal diwilayah hukumnya.
"Kami dari GTR Sumsel meminta kepada Bapak Kapolda Sumsel agar segera Evaluasi jajaran Polres Kabupaten Muara Enim, karna masih menjamurnya praktek praktek Ilegal diwilayah hukumnya," katanya, minggu (17/03/2024).
Menurut Rinaldi, Polres Kabupaten Muara Enim lamban menangani Bantuan Polisi (Banpol) yang diteruskan oleh Polda Sumsel.
"Laporan keluhan masyarakat melalui Bantuan Polisi Polda Sumsel tidak ditanggapi dengan serius oleh APH dari jajaran Polres Muara Enim," ucapnya.
Ditegaskan Rinaldi, bahwa dirinya akan menggelar aksi demo kalau Kapolda Sumsel lamban mengambil tindakan tegas terhadap jajaran Polres Muara Enim.
"Karna kepada siapa lagi masyarakat kecil melapor terkait pertambangan dan praktek praktek Ilegal yang sangat meresahkan di Kabupaten Muara Enim, kalau bukan ke Polda Sumsel, dan kami merasa sangat kecewa sekali dengan jajaran Polres Muara Enim yang diduga lamban menangani laporan masyarakat melalui aplikasi Banpolonline Polda Sumsel," tukasnya.
Rinaldi menambahkan, percuma saja Polres Muara Enim memasang spanduk Banpol yang bertebaran dimana mana. Kalau tidak ada penanganan yang serius dari Polres Kabupaten Muara Enim. (Mdn)


