Chansmediaonline.com.SEMENDE-Terkait beredarnya pemberitaan tentang adanya perubahan kualitas air dengan dugaan telah terjadi pencemaran sungai sepanas yang keruh dan bercampur limbah, di respon cepat oleh pihak PT Pertamina Geothermal Energi.1/04/2024
Melalui Ryan Dwi Gustriandha, Selaku Asistant Manager Goverment and Public Relation (HUMAS) Saat jumpa awak media setelah bersama-sama melakukan pengecekan langsung terhadap sungai sepanas, mengklarifikasi bahwa,
"Keruhnya air yang terjadi di karenakan intensitas hujan yang tinggi hingga mengakibatkan pengikisan dasar sungai atau erosi di hulu pada area jalan baru hingga cluster-3 dan ini sudah kita lakukan pengecekan dan pemeriksaan serta koordinasi dengan Tim _Health, Safety, Security Environment_(HSSE) PGE dan tim Proyek Lumut Balai", ujarnya.
Masih lanjutnya, "Kami telah memastikan bahwa operasional proyek PGE tetap aman tidak adanya kebocoran atau adanya aktivitas pembuangan limbah ke sungai sepanas dan kita akan tetap beroperasi seperti biasanya setelah melakukan pemeriksaan air sungai dan photo photo terlampir," lanjutnya.
Lebih lanjut beliau juga menerangkan dalam menjalankan operasionalnya, pihak perusahaan akan selalu kordinasi dengan pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran kegiatan operasional perusahaan serta keselamatan lingkungan dan masyarakat sekitar dengan prinsip Operational Excelence dan mengutamakan aspek kesehatan,keselamatan dan keamanan terlebih Proyek EPCC Unit 2 yang telah berjalan selama satu tahun.
Hal senada juga disampaikan oleh kepala desa penindaian Bapak Indarwan beberapa waktu yang lalu yang menjelaskan bahwa keruhnya air karena memang ada aktifitas pembangunan jalan dan di sebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi.
Dari pantauan tim media di lapangan memang benar pada saat pengecekan, situasi sungai telah normal kembali dan tidak ada keluhan oleh warga, karena warga sudah menganggap hal ini biasa jika musim penghujan.
Di kesempatan yang sama, Ryan selaku Lead Humas dari PT PGE saat di minta keterangan menjelaskan" Pembangunan PLTP LMB-2 ini merupakan proyek strategis nasional berkapasitas 55 MW, yang sudah berlangsung lebih dari 1 tahun, yang dikerjakan oleh Perusahaan Konsorsium (Sepco3, Wika, Mitsubishi).
Pada redaksi pemberitaan terdapat miss komunikasi yang harusnya bukan ditujukan ke PGE, namun ke pelaksana kegiatan proyek EPCC melalui komunikasi langsung dengan Humas Konsorsium saat media berkunjung. Terima kasih buat rekan-rekan media yang telah melakukan kontrol terhadap lingkungan, kedepan kita wujudkan komunikasi dan koordinasi yang lebih baik" tutupnya.


