Chansmedia.online.
Palembang– Diduga Oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 78 Palembang berinisial IR terkesan arogansi dalam memimpin. Guru banyak yang resah, karna sudah seringkali dalam mengambil keputusan para guru tidak pernah diajak rapat.
Adapun lokasi SDN 78 Palembang tersebut berada di Jalan Ahmad Yani Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang Provinsi Sumsel.
Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) mendatangi Oknum Kepala Sekolah tersebut untuk konfirmasi terkait temuannya yakni :
1. Masalah pergantian meteran listrik dengan listrik Pra bayar (token), hal ini tentu saja mengakibatkan pemakaian aliran listrik sangat terbatas dan membuat kipas angin tidak dapat dihidupkan. Pergantian ini dilakukan tanpa diadakannya rapat terlebih dulu dengan guru guru yang ada.
2. Memberhentikan pegawai perpustakaan yang lama dan memasukan keluarga yang bernama Fikri sebagai petugas perpustakaan yang baru.
3. Masalah peranan Komite sekolah yang ada di SDN 78 Palembang.
4. Terkait adanya keresahan para guru di kepemimpinan Kepala sekolah sekarang ini.
Berdasarkan dari sumber yang didapat mengatakan, semestinya Kepala Sekolah tidak bisa berbuat semaunya karna ini lembaga pendidikan milik pemerintah.
"Setiap kegiatan semesti di rapatkan dulu, jangan seperti itu semau gue," katanya yang enggan nama dan identitasnya dicantumkan dalam pemberitaan ini.
Dia berharap dan semoga Pj Walikota Palembang dan Dinas terkait yang di Kota Palembang dapat mendengar keluhan yang ada ini.
"Kami meminta kepada Pj. Wali Kota Palembang dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang agar mendengar keluhan kami ini, agar kegiatan belajar dan mengajar menjadi kondusif, tidak seperti yang sekarang terjadi ini timbul saling curiga mencugai," tuturnya.
Sementara itu ditempat yang berbeda Herman Amir (Boy) salah satu pengurus GNPK Provinsi Sumsel merasa sangat kecewa dengan nada cara bicara Kepala sekolah SDN 78 Palembang tersebut yang terkesan tinggi dan membanggakan dirinya.
"Kami datang ke SDN 78 tersebut untuk Konfirmasi dengan Kepala sekolah, tapi jawaban dari Kepala sekolah tersebut bukanlah solusi yang terbaik, malah dia membanggakan dirinya bahwa dia menjadi Kepala sekolah bukan nembak dan memiliki SK, uang yang mengganti token tersebut adalah uangnya sendiri bukan dari pemerintah," ujarnya menirukan ucapan Kepala sekolah. Selasa (21/05/2024).
Dia bersama rekan tidak terima Oknum Kepala Sekolah tersebut menyebutkan bahwa Lembaga Swadaya Masyarakat (SLM) hanya sebagai orang ke tiga.
"Kami tidak terima dengan ucapan Kepala sekolah tersebut, dengan arogansinya dia mengatakan kalau LSM adalah Orang ke tiga, dan menantang kami untuk melaporkan temuan yang ada tersebut," ucapnya.
Dengan adanya tantangan dari Kepala sekolah tersebut, maka Herman Amir (Boy) bersama rekan akan menggelar aksi unjukrasa dalam waktu dekat ini.
"Hari ini kami dari GNPK akan mengirim surat pemberitahuan aksi unjukrasa, dalam waktu dekat ini kami akan menggelar aksi unjukrasa, benar salahnya apa yang dilakukan Oknum Kepala sekolah tersebut, pengadilanlah yang bisa memutuskannya," tegasnya.
Pada saat awak media ini mencoba menghubungi Kabid SD Diknas Pendidikan Kota Palembang melalui pesan singkat Whatsapp untuk konfirmasi, dia belum bisa bicara banyak karna sedang berduka.
"Maaf Pak lagi dapat musibah adek meninggal," ungkap Juwita singkat melalui Whatsapp nya. (Mdn)


