BEM FH UPS Tegal Gelar Seminar Nasional, Hadirkan Dua Guru Besar Bahas Transformasi Hukum Pidana Indonesia


Tegal, Chansmedia.net – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasakti (BEM FH UPS) Tegal menggelar Seminar Nasional bertajuk “Transformasi Hukum Pidana Indonesia di Era Baru: Tinjauan Kritis atas KUHP dan KUHAP Nasional Pasca Hukum Peninggalan Kolonial Belanda”. Kegiatan akademik tersebut berlangsung di Aula Kampus 2 Universitas Pancasakti Tegal, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tegal.

Seminar nasional ini menghadirkan dua akademisi terkemuka yang merupakan guru besar di bidang hukum, yakni Prof. Dr. Topo Santoso, S.H., M.H., Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Jakarta, serta Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H., Guru Besar Hukum Acara Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Kegiatan tersebut menjadi forum ilmiah yang mempertemukan kalangan akademisi, mahasiswa, dan praktisi hukum untuk mendiskusikan arah pembaruan sistem hukum pidana nasional setelah Indonesia memiliki Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru sebagai bagian dari upaya melepaskan diri dari warisan hukum kolonial Belanda.

Dalam seminar tersebut, para narasumber mengupas berbagai aspek transformasi hukum pidana Indonesia, mulai dari substansi pembaruan KUHP, tantangan implementasi, hingga urgensi penyempurnaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) agar selaras dengan perkembangan hukum nasional dan kebutuhan masyarakat modern.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa seminar ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi civitas akademika Fakultas Hukum UPS dalam mendorong penguatan literasi hukum serta memperluas ruang diskusi kritis mengenai reformasi hukum di Indonesia.

"Perubahan sistem hukum pidana nasional merupakan momentum penting yang perlu dipahami secara komprehensif oleh mahasiswa maupun masyarakat. Melalui seminar ini, kami berharap lahir berbagai gagasan konstruktif yang dapat mendukung pengembangan hukum yang lebih berkeadilan dan responsif terhadap dinamika zaman," ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat mahasiswa dan akademisi yang mengikuti jalannya seminar. Selain memperkaya wawasan keilmuan, kegiatan ini juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat budaya akademik dan tradisi berpikir kritis di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui seminar nasional tersebut, BEM Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang dialog intelektual yang berkualitas dalam mengawal perkembangan hukum nasional menuju sistem peradilan yang lebih modern, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال