kulon Progo-- Chansmedia.net Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan bocah berinisial MBR (8) yang hilang usai terseret ombak Pantai Gua Cemara Bantul. Korban ditemukan di Pantai Bugel, Kulon Progo, dalam kondisi meninggal dunia.
Korban dilaporkan hilang di Pantai Gua Cemara Bantul pada Minggu (05/07/2026) kemarin. Kepala Kantor Basarnas Jogja, Rio Banupanitis, mengatakan jasad korban ditemukan mengapung di perairan Pantai Bugel, Kulon Progo, sore tadi.
"Warga lalu mengangkat korban ke pinggir pantai. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia," katanya kepada wartawan, Senin (6/7/2026).
"Diketahui, jarak antara Pantai Gua Cemara Bantul dan Pantai Bugel Kulon Progo sekitar 13 kilometer.
Setelah mengevakuasi mayat korban, warga lalu melapor ke Tim SAR setempat. Tim SAR gabungan kemudian membawa mayat korban menggunakan mobil ambulans untuk proses identifikasi
"Hasilnya ternyata yang bersangkutan merupakan korban laka laut di Pantai Gua Cemara," ujarnya.
Rio menambahkan, dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR di Pantai Gua Cemara Bantul resmi ditutup. Selanjutnya seluruh personel dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menjelaskan, bocah tersebut tengah bermain di pantai bersama adiknya MBS (5) saat insiden ini terjadi. Nahasnya, sang ayah WTW (41) hanya bisa menyelamatkan si adik.
"Benar telah terjadi kejadian terseret arus di Pantai Goa Cemara hari ini. Seorang anak berusia 8 tahun dikabarkan hanyut, sedangkan adiknya berhasil diselamatkan oleh ayahnya," jelas Rita Minggu (5/7/2026).
Adapun kronologi kejadian, diterangkan Rita, bermula saat keluarga bocah tersebut yang berdomisili di Banguntapan, berkunjung ke Pantai Goa Cemara mulai pukul 12.00 WIB. Saat itu, sang ayah sedang berada di tepi pantai bersama dua orang anaknya itu.
Sekitar pukul 13.27 WIB, usai mencari kepiting, kedua bocah tersebut hendak mencuci tangan dan kaki di tepi air. Tiba-tiba datang ombak besar dan kuat dari arah samping yang menyeret keduanya ke arah laut.
Melihat kejadian itu, sang ayah segera berusaha menyelamatkan kedua anaknya, namun hanya berhasil menarik dan mengamankan sang adik. Sementara, MBR hanyut terbawa arus dan hilang dari pandangan.
Setelah kejadian itu, keluarga segera melaporkan peristiwa tersebut kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, dan diteruskan ke petugas MARNIT Kuwaru, tim SAR gabungan, serta Linmas Wilayah IV."


