Halmahera Timur,ChansMedia.Net -
Proyek pembangunan rumah layak huni (RLH) Paket I Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp399.475.000. Hingga pertengahan tahun 2026 belum juga rampung.
Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat yang berharap pembangunan segera diselesaikan agar dapat dimanfaatkan.
Berdasarkan data yang peroleh, proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Wis Halmahera berdasarkan nomor kontrak 600/5.316/SPK.PKP-RLH.KWS1/APBD/DPERKIM-HT/VIII-2025. Dalam papan informasi proyek disebutkan pekerjaan dimulai berdasarkan kontrak 20 Agustus 2025 dengan waktu pelaksanaan selama 134 hari kalender.
Pantauan dilokasi menunjukan bangunan RLH yang berlokasi di Desa Fayaul Kecamatan Wasile Selatan belum dapat difungsikan, sejumlah pekerjaan penting terlihat belum diselesaikan, antara lain pemasangan plafon, pintu dan jendela selain itu selain itu pelesteran juga belum selesai.
Padahal, proyek tersebut telah mulai dikerjakan sejak tahun 2025, namun hingga memasuki pertengahan tahun 2026, progres pembangunan dinilai belum menunjukan penyelesaian yang signifikan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dikalangan masyarakat, warga menilai lamanya penyelesaian proyek perlu mendapat perhatian serius mengingat anggaran yang dialokasikan pemerintah mencapai ratusan juta.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan masyarakat berharap pembangunan segera dituntaskan agar para penerima dapat menempatinya.
"Kami berharap pemerintah dapat menyelesaikan pembangunan tersebut agar ditempati oleh penerima manfaat. Jangan sampai bangunan yang menghabiskan anggaran ratusan juta itu terbengkalai dan belum bisa dimanfaatkan" ujarnya
Warga juga meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur melalui instansi teknis memberikan penjelasan terkait penyebab keterlambatan penyelesaian proyek tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Wis Halmahera belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab keterlambatan penyelesaian pembangunan tersebut dan Masih dalam upaya konfirmasi ke Dinas terkait.




