Operasi salvage disiapkan untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di perairan Masalembu, Laut Jawa.
Basarnas melibatkan tim ahli dari Indonesia, Hong Kong, dan Amerika Serikat untuk melakukan observasi serta asesmen terhadap kondisi bangkai kapal. Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan metode yang paling memungkinkan dalam memperluas pencarian korban di dalam kapal.
Bangkai kapal berada di dasar laut
KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan setelah menghadapi kondisi cuaca buruk dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal kemudian ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembu.
Bangkai kapal dilaporkan berada di kedalaman sekitar 29 meter dan bergeser sekitar 453 meter dari posisi awal tenggelam. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi tim SAR dalam melakukan pencarian bawah air.
Tim salvage lakukan survei bawah air
Dalam tahap persiapan, tim melakukan survei terhadap posisi dan kondisi badan kapal menggunakan perangkat Remotely Operated Vehicle (ROV).
Hasil observasi tersebut diperlukan untuk menentukan teknik dan peralatan yang akan digunakan dalam operasi selanjutnya. Salah satu opsi yang sebelumnya disiapkan adalah membalikkan posisi kapal sehingga tim dapat melakukan pencarian dan evakuasi di bagian dalam kapal.
Basarnas menjelaskan bahwa operasi salvage pada dasarnya dapat mencakup pengamanan kapal, pembalikan posisi kapal, akses ke bagian dalam kapal, pencarian korban, hingga pemindahan atau penarikan kapal.
Operasi SAR diperpanjang
Basarnas sebelumnya memutuskan memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan selama tujuh hari setelah memasuki hari ketujuh pencarian.
Keputusan tersebut diambil setelah koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam operasi. Cuaca dan kondisi bawah laut menjadi faktor penting dalam menentukan pola pencarian.
Perkembangan terakhir juga menunjukkan tim gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi korban. Kondisi cuaca serta arus laut dapat memengaruhi pelaksanaan penyelaman dan penggunaan peralatan bawah air.
Salvage bukan sekadar mengangkat kapal
Operasi salvage dalam kecelakaan kapal tidak semata-mata berarti mengangkat bangkai kapal ke permukaan. Dalam kasus KM Virgo Transport 8, langkah tersebut juga berkaitan dengan upaya membuka akses ke bagian kapal yang terbalik dan memperluas pencarian korban.
Setelah proses pencarian dan pertolongan dinilai selesai, kapal dapat ditangani untuk kepentingan investigasi mengenai penyebab kecelakaan.
Basarnas menyatakan durasi operasi salvage akan bergantung pada kondisi kapal, cuaca, peralatan, serta hasil asesmen tim ahli.
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 menjadi perhatian karena kapal tersebut membawa 243 orang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Upaya pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
(Redaksi)

