Chansmedia.online.
Palembang- Diduga pengerjaan drainase tidak sesuai dengan spek dan asal jadi, warga keluhkan drainase yang belum kelar dikerjakan sudah banyak yang rusak. Drainase tersebut berlokasi di Jalan Mataram 1 Rt 09 dan Rt 07 Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati Kota Palembang Provinsi Sumsel.
Proyek drainase tersebut menggunakan dana aspirasi DPRD Dapil VI Kota Palembang, dengan adanya pengerjaan drainase tersebut jalan jadi sempit dan belum rampung pengerjaannya tutup drainase sudah banyak yang rusak akibat dilindas kendaraan berlalu lalang.
Hasil pantauan awak media dilapangan, besi behel yang digunakan pemborong adalah besi 8 bukan KS. Jarak rangkaian tulang jarang, dan besi tulang tutup juga tidak mengikat dengan tulang res dinding drainase.
Berdasarkan informasi yang didapat awak media Chansmedia.online dilokasi tersebut mengatakan, warga banyak yang mengeluh dengan kualitas pengerjaan drainase.
"Drinase tersebut dikerjakan asal jadi saja, dan pengerjaan pengecorannya malam hari. Bahan yang digunakannya juga tidak sesuai dengan kondisi jalan yang sering dilalui kendaraan," kata Ed warga setempat. Sabtu (27/01/2024).
Dia melanjutkan, besi behel yang digunakan tukang sebagai tulang dinding dan tutup adalah besi 8 bukan KS.
"Anyaman tulangnya sangat jarang dan tidak mengikat antara tulang dinding res dengan tulang tutup drainase, coran dinding dan tutup drainase sangat tipis, sudah dipastikan drainase tersebut gampang rusak dan tidak bertahan lama, sudah satu minggu ini tukang tidak bekerja" ungkapnya.
Selain itu Ed menerangkan, bahwa lantai drainase tersebut juga ada yang tidak disemen oleh tukang yang mengerjakannya.
"Kami selaku warga Jalan Mataram mengharapkan kepada Dinas terkait ataupun kepada pemborongnya, agar membenahi pengerjaan drainase yang asal jadi saja tersebut, karna jalan ini merupakan akses kendaraan berlalu lalang setiap hari," ujarnya.
Sementara itu Rinaldi Davinci selaku Koordinator Gerakan Tuntutan Rakyat (GTR) Sumsel menyoroti adanya pengerjaan proyek drainase diwilayah Kecamatan Kertapati yang tidak sesuai spek yang dikerjakan asal jadi saja dan timpang tindih.
"Kami akan melayangkan surat ke Kajari Kota Palembang, meminta Kepada Kajari Kota Palembang untuk mengusut tuntas pengerjaan drainase yang berada di Jalan Mataram 1 Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati," tegasnya.
Renaldi juga meminta kepada Kajari, agar PPK dan Pemborong dari pengerjaan drainase tersebut dipanggil untuk mempertanggung jawaban pengerjaan drainase tersebut.
"Kami dari GTR Sumsel akan menggelar aksi demo dikantor kajari Kota Palembang, meminta kepada Kajari Kota Palembang, untuk menindak tegas dan penjarakan Oknum PPK PUPR Kota Palembang maupun Oknum Pemborong dari drainase tersebut," pungkasnya. (Mdn)


