Sebelumnya,
pengelolaan kinerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dibuat sama
dengan ASN lain, yaitu menggunakan E-Kinerja yang diluncurkan oleh Badan Kepegawaian
Negara (BKN). Padahal para guru ASN juga baru mencoba melakukan pengelolaan
kinerja menggunakan E-Kinerja tersebut pada tahun 2023, bahkan baru diproses di
akhir tahun. Namun, platform tersebut bersifat global untuk semua jenis ASN sehingga
seringkali menimbulkan kebingungan para guru dalam melengkapinya.
Pengelolaan
kinerja melalui PMM cenderung mempermudah guru dalam memanfaatkannya. Konten pengelolaan
kinerja tersebut sudah terarah dan lebih sederhana sesuai dengan kebutuhan guru
di lapangan. Pada pengelolaan kinerja melalui PMM ini terdapat empat variabel
penilaian guru, yaitu praktik kinerja, pengembangan kompetensi, perilaku kerja,
dan dokumen akuntabilitas.
Fokus
ke bagian pengembangan kompetensi, dalam setiap semester guru dituntut untuk
mengumpulkan 32 poin pengembangan kompetensi. Besaran poin ditentukan
berdasarkan skala prioritas, kategori peran, dan kategori kegiatan. Secara
umum, kategori kegiatan yang dapat diikuti guru dalam pengembangan kompetensi
adalah Pelatihan, Pendidikan, Pembuatan Sumber Belajar, dan Komunitas Belajar.
Menanggapi
kebijakan tersebut, sebagai organisasi profesi sekaligus komunitas belajar, Ikatan
Guru Indonesia (IGI) Kota Serang langsung bergerak cepat. Terobosan yang
dilancarkan tersebut berupa peluncuran berbagai program yang dapat memfasilitasi
para guru dalam memenuhi poin pengembangan kompetensi. Di antara program
tersebut adalah penyelenggaraan serangkaian webinar yang memiliki nilai 4 poin bagi peserta
dan 8 poin bagi narasumber setiap serinya, serta lokakarya atau seminar luring yang juga bernilai
4 poin bagi setiap peserta. Selain itu, IGI Kota Serang juga akan
menyelenggarakan event menulis opini dengan pemberian penghargaan bagi guru
yang tulisannya lolos kurasi di mana penghargaan tersebut bernilai 12 poin.
Dihubungi melalui whatsapp, Yusi Maesuri selaku Sekretaris IGI Kota Serang menyampaikan bahwa penyelengaraan webinar pada semester pertama ini rencananya akan dilaksanakan 3-4 kali. Hal ini mengingat adanya beberapa program lain yang perlu dikembangkan juga. Yusi juga menyampaikan bahwa penyelarasan setiap kegiatan tetap dilakukan dengan berpacu pada program kerja IGI Kota Serang yang telah direncanakan bersama pengurus.
"Salah satunya penyelenggaraan webinar yang memberikan kesempatan baik dalam mengembangkan potensi guru-guru agar lebih terlatih, juga dapat membagikan kemampuannya kepada guru lain sesuai dengan tujuan IGI yaitu sharing and growing together," pungkasnya.
Menanggapi peluncuran program-program tersebut, guru-guru mengaku merasa sangat terbantu.“Sebagai guru pastinya akan sangat terbantu dengan terobosan ini. Semoga terobosan ini bisa benar-benar dapat dimanfaatkan oleh semua guru, dan terus berkelanjutan prosesnya,” ujar Membran Seprian, Ketua MGMP Geografi Kota Serang yang juga bertugas sebagai guru ASN di SMA Negeri 6 Kota Serang. Selain itu, Membran juga berharap agar guru-guru mau berusaha untuk terus belajar, bukan hanya dalam hal membelajarkan peserta didiknya, tetapi juga mampu menuliskan paparan analisis proses pembelajaran tersebut. Dengan demikian, guru yang bersangkutan bukan hanya sekedar menggugurkan tugasnya mengajar tetapi juga mengembangkan kompetensi dirinya melalui komunitas maupun platform yang ada.
“Harapannya,
program ini juga bisa menjadikan ruang kolaborasi efektif dan edukasi berbasis
digital bagi insan pendidikan,” tambah Ineka Tatulistinah, pengurus IGI Kota
Serang Bidang Literasi Media dan Publikasi melalui whatsapp.
#IGIKotaSerang #PlatformMerdekaMengajar #PengelolaanKinerjaGuru #PMM #IGI #KotaSerang




