SMPIT La Royba Dukung Generasi Bebas Narkoba Dengan Sosialisasi P4GN dan Bahaya Vape


Pada Selasa, 23 Januari 2024, SMP Islam Terpadu (SMPIT) La Royba, Kota Serang sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pencegahan bahaya Vape (rokok elektrik) dan peredaran gelap narkoba. Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa tentang risiko dan dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan Vape dan penyalahgunaan narkoba.


Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMPIT La Royba, Altaf Syauqy Iqbal Saifani, yang menekankan pentingnya peran sekolah dalam memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya Vape dan penyalahgunaan narkoba. Acara ini dihadiri oleh seluruh siswa-siswi kelas 7, 8, dan 9, para guru, dan juga perwakilan orang tua siswa sebagai bentuk kerjasama antara sekolah dan keluarga dalam upaya pencegahan bahaya Vape dan penyalahgunaan narkoba.


Para narasumber yang berasal dari Forum Penggiat Anti Narkoba (Forpan) Provinsi Banten yang sudah ahli di bidangnya memberikan informasi yang mendalam seputar dampak buruk narkoba dan cara-cara pencegahannya. Hadir dalam kegiatan tersebut, Ary Abdillah, Rio Prayoga, Zaenab, dan Indra Martha Rusmana.


Terlihat dalam kegiatan sosialisasi, para peserta, terutama siswa aktif berpartisipasi dalam diskusi dan sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman mereka. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan penyampaian cerita inspiratif dari mereka yang berhasil keluar dari jerat narkoba sebagai motivasi bagi peserta.


Kepala SMPIT La Royba, Altaf Syauqy Iqbal Saifani berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi penyadaran, tetapi juga pendorong bagi para siswa untuk berkomitmen menjauhi narkoba. 

“Dengan menggalakkan kegiatan semacam ini, sekolah ini terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan positif siswanya dari bahaya rokok, Vape, dan penyalahgunaan narkoba,” Tutup Althaf.


Sementara, Ary Abdillah dalam kegiatan sosialisasi menyampaikan mengenai akhlak, rukun Iman, Rukun Islam, dan juga bukti cinta dan kasih sayang kepada orang tua. 

“Kami menyampaikan hal mendasar kepada para peserta agar mereka lebih peduli dengan diri sendiri dan orang lain, terutama orang tua yang mendoakan dan memberikan hal terbaik untuk anaknya,” ujarnya.


Hal senada disampaikan oleh Rio Prayoga, “Para pencandu, awalnya adalah pemakai yang salah pergaulan. Kenapa mereka salah pergaulan? Karena komunikasi yang tidak efektif dan efisien dengan orangtuanya. Sehingga anak-anak mencari kebahagiaan di luar dengan merokok bersama teman-temannya, kemudian menyalahgunakan narkoba.”


Indra Martha Rusmana, akademisi dan juga penggiat anti narkoba menyampaikan, “Kami sosialisasi dan juga silaturahmi dengan lembaga pendidikan sebagai upaya preventif agar para generasi penerus bangsa ini tidak terpapar dan menjadi pencandu bahkan pengedar narkoba. Kami berharap Indonesia Emas akan diisi oleh generasi yang sehat, cerdas, bahagia, dan berkarakter serta bebas dari narkoba,” tutup Indra.

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال