Tegal, Chansmedia.net – Ratusan warga Kecamatan Dukuhturi memadati pusat layanan publik terpadu dalam kegiatan Dialog Interaktif Kemasyarakatan “Bupati Tilik Desa 2026” yang digelar di Desa Kupu, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Kegiatan ini menjadi ruang komunikasi terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Program yang telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Tegal tersebut merupakan bagian dari implementasi pendekatan belanja masalah, yakni metode pembangunan yang menempatkan kebutuhan dan keluhan masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan serta program prioritas daerah.
Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, hadir memimpin langsung jalannya dialog didampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta seluruh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran lengkap unsur pimpinan daerah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap aspirasi masyarakat memperoleh perhatian dan tindak lanjut yang jelas.
Dalam forum yang berlangsung interaktif tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan mulai dari infrastruktur jalan dan drainase, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga perizinan usaha. Setiap masukan dan keluhan yang disampaikan langsung ditanggapi oleh OPD terkait sesuai bidang kewenangannya.
Bupati Ischak menegaskan bahwa program Tilik Desa bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana efektif untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan lebih responsif.
“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan warga. Dengan turun ke desa, kami dapat melihat kondisi riil di lapangan sehingga solusi yang diberikan lebih tepat sasaran dan cepat direalisasikan,” ujarnya.
Menurutnya, pola pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat hanya dapat terwujud apabila pemerintah aktif mendengar, memahami, dan menindaklanjuti setiap persoalan yang disampaikan warga.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga mendapatkan kepastian mengenai langkah-langkah penyelesaian yang akan dilakukan pemerintah daerah. Sejumlah persoalan yang memerlukan penanganan lintas sektor bahkan langsung dikoordinasikan dalam forum tersebut agar proses tindak lanjut dapat berjalan lebih efektif.
Antusiasme warga yang tinggi menjadi indikator kuat bahwa dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat masih menjadi kebutuhan penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang partisipatif, transparan, dan responsif.
Pemerintah Kabupaten Tegal berharap program Bupati Tilik Desa 2026 dapat terus menjadi jembatan komunikasi yang memperkuat kepercayaan publik sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.



