📈 SAHAM
BBCA 9.125 ▲ 1,10%
BBRI 4.120 ▲ 0,85%
BMRI 5.875 ▲ 1,03%
TLKM 2.850 ▼ 0,35%
ASII 4.760 ▲ 0,42%
GOTO 72 ▲ 2,86%
ANTM 3.250 ▼ 0,61%
BBNI 5.100 ▲ 0,59%
ICBP 11.450 ▲ 0,22%
UNVR 1.845 ▼ 0,80%
BBCA 9.125 ▲ 1,10%
BBRI 4.120 ▲ 0,85%
BMRI 5.875 ▲ 1,03%
TLKM 2.850 ▼ 0,35%
Berita Terkini Update otomatis setiap 10 menit
Memuat berita terbaru...

Gubernur Kalbar Tegas : Lahan Perusahaan Terbakar, Jangan Ragu Proses Hukum !

Kayong Utara, Chansmedia.net-

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengeluarkan peringatan tegas terhadap perusahaan yang wilayah konsesinya terbakar. Jika hasil pemeriksaan di lapangan menemukan bukti dan unsur pelanggaran, proses hukum diminta tidak dihentikan hanya pada pemadaman api.

Penegakan hukum terhadap korporasi menjadi sorotan Norsan saat menghadiri Sosialisasi dan Penyuluhan Masyarakat Peduli Api (MPA) di 10 desa Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Senin (21/9/2026).

Norsan meminta pemerintah daerah melakukan pembinaan terhadap perusahaan. Namun, apabila ditemukan indikasi pelanggaran dan kebakaran terjadi dalam wilayah perusahaan dalam skala besar, aparat penegak hukum diminta mengambil tindakan sesuai ketentuan.

“Yang sifatnya korporasi atau perusahaan nanti Pak Bupati bisa panggil dan diberikan pengarahan. Kalau seandainya perusahaan yang terbakar besar dan ini bisa kita buktikan di lapangan, nah tak usah tanggung-tanggung, tak usah takut-takut. Pak Kapolres bertindak, jalankan proses hukum,” tegas Norsan.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan mengerahkan personel untuk memadamkan api. Jika terdapat pihak yang terbukti bertanggung jawab berdasarkan hasil penyelidikan, proses hukum diperlukan agar kasus tidak berhenti setelah api padam.

“Supaya ada efek jera pada perusahaan tersebut,” ujarnya.

Norsan mengungkapkan, karhutla masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara disebut menjadi daerah yang masih memiliki titik api cukup besar.

“Karhutla yang titik apinya masih cukup besar ada di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Dan hari ini ada 13 titik api yang muncul di Kabupaten Melawi,” ungkapnya.

Tidak hanya memberikan arahan, Norsan juga turun langsung meninjau penanganan karhutla di kawasan Bukit Peramas, Kayong Utara.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi medan sekaligus mengetahui kendala di lapangan yang menyebabkan proses pemadaman membutuhkan waktu.

Norsan menyebut kondisi karhutla tahun ini turut dipengaruhi fenomena El Nino yang menyebabkan periode kemarau berlangsung lebih panjang dan curah hujan berkurang.

“Tahun ini diperparah dengan adanya El Nino. El Nino ini kemaraunya panjang dan hujannya sedikit. Kalau kemarin kemarau 2019, kemaraunya tidak terlalu panjang, hujan ada,” tuturnya.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, sekitar 15 ribu personel dan relawan disebut telah dikerahkan di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

Personel tersebut berasal dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana, Masyarakat Peduli Api hingga relawan dari sejumlah organisasi.

“Sekarang ada 15 ribu relawan yang tersebar di Kalimantan Barat yang berjibaku memadamkan api,” terangnya lagi

Penanganan karhutla di Kayong Utara juga mendapat dukungan operasi udara. Sebelumnya, water bombing dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, Kecamatan Sukadana.

Norsan berharap keterlibatan Masyarakat Peduli Api dapat memperkuat sistem pencegahan dan penanganan karhutla hingga tingkat desa.

Menurutnya, pencegahan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Pemerintah, aparat keamanan, masyarakat dan perusahaan harus mengambil peran masing-masing untuk mencegah api meluas.

Di sisi lain, terhadap perusahaan yang wilayahnya terbakar, Norsan menekankan pentingnya pemeriksaan berdasarkan fakta lapangan. Apabila ditemukan unsur pelanggaran dan pihak yang bertanggung jawab, proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan. 


(Win) 

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال