📈 SAHAM
BBCA 9.125 ▲ 1,10%
BBRI 4.120 ▲ 0,85%
BMRI 5.875 ▲ 1,03%
TLKM 2.850 ▼ 0,35%
ASII 4.760 ▲ 0,42%
GOTO 72 ▲ 2,86%
ANTM 3.250 ▼ 0,61%
BBNI 5.100 ▲ 0,59%
ICBP 11.450 ▲ 0,22%
UNVR 1.845 ▼ 0,80%
BBCA 9.125 ▲ 1,10%
BBRI 4.120 ▲ 0,85%
BMRI 5.875 ▲ 1,03%
TLKM 2.850 ▼ 0,35%
Berita Terkini Update otomatis setiap 10 menit
Memuat berita terbaru...

Kawasan HCV 1.323 Hektare Terbakar, Karhutla Ancam Areal Korporasi di Ketapang

Ketapang, Chansmedia.net-

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam kawasan korporasi di Kabupaten Ketapang. Kali ini, api membakar kawasan High Conservation Value (HCV) seluas 1.323 hektare milik PT KAL FR Group di Dusun 2, Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, Sabtu (19/9/2026).

Api tidak hanya mengancam kawasan bernilai konservasi tersebut. Api juga dilaporkan menjalar ke areal korporasi yang memiliki luas lebih dari 10 ribu hektare.

Situasi di lapangan menjadi perhatian karena proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Cuaca panas, hembusan angin kencang, serta keterbatasan sumber air membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah api meluas.

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur TNI, Polres Ketapang, personel BKO Brimob Polda Bali, serta tim pemadam kebakaran perusahaan.

“Kondisi cuaca yang panas, angin kencang serta minimnya sumber air menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman,” ujar Putra Pratama.

Menurut Putra, hasil pengecekan awal menunjukkan api diduga berasal dari area yang sebelumnya telah terbakar. Kondisi tersebut kemudian diperparah oleh tiupan angin kencang dan material vegetasi yang kering.

Situasi ini membuat penanganan tidak cukup hanya dengan memadamkan kobaran api. Petugas juga harus memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memunculkan titik api baru.

“Polsek Matan Hilir Utara bersama tim Damkar perusahaan terus melakukan groundcheck, pemadaman dan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan kawasan yang terbakar dalam kondisi aman serta tidak kembali menimbulkan titik api,” katanya.

Kapolres menegaskan, proses pemadaman dilakukan dengan mengutamakan pencegahan agar api tidak merambat semakin luas.

Operasi pemadaman melibatkan Kabag Ops Polres Ketapang, Kapolsek Matan Hilir Utara bersama enam personel, Danramil Matan Hilir Utara beserta personel Yon TP, tiga personel BKO Brimob Polda Bali, serta tim Damkar PT KALE/FR Group.

Sejumlah peralatan turut dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman, terdiri dari satu unit mobil Damkar PT KALE, dua mobil tangki PT KALE, satu mobil Damkar TNI, dua mesin Damkar Polsek Matan Hilir Utara, 40 gulung selang dan lima nosel.

Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, vegetasi yang terbakar meliputi pohon paku, dedaunan dan pepohonan. Kondisi lahan terdiri atas tanah mineral dengan lapisan gambut yang tipis.

Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, personel tidak langsung meninggalkan lokasi. Tahap pendinginan dilakukan untuk memastikan titik-titik yang berpotensi menyimpan bara benar-benar aman.

“Setelah api berhasil dipadamkan, personel tidak langsung meninggalkan lokasi. Kami melakukan pendinginan dan memastikan kembali setiap titik yang berpotensi menyimpan bara api benar-benar padam,” kata Putra.

Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan mengingat kondisi angin yang masih cukup kencang. Bara yang kembali tersulut dapat memicu munculnya titik api baru dan memperluas kawasan terdampak.

Penanganan karhutla pun masih diarahkan pada pemantauan dan groundcheck secara berkala untuk memastikan kawasan yang sebelumnya terbakar tidak kembali menjadi sumber api. 


(Win) 

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال