Makassar, Chansmedia.net-
Ujung cerita hidup manusia, tak seorang pun tahu. Manusia hanya bisa berangan, bercita-cita, dan berkeinginan. Namun garis hidup ibarat lintasan galaksi - telah ditentukan edarnya oleh Sang Pencipta.
Jelang usia 60 tahun pada 10 Januari 2027 nanti, Samsul Hadi, SH CPLA, memiliki sebuah azam besar: menuntaskan PKPA, UPA, dan mengikuti Penyumpahan Advokat di Pengadilan Tinggi Makassar, Sulawesi Selatan.
Langkah ini bukan tentang gelar. Ini tentang panggilan hati.
Di tanah rantau Sulawesi, ia melihat ribuan keluarga perantau asal Jawa hidup rukun, bekerja keras, berdagang. Orang Jawa punya prinsip luhur : tak ingin bikin masalah, tak mau kesandung masalah.
Namun di era interaksi sosial yang penuh benturan kepentingan bisnis, persaingan, dan dinamika zaman, perantau tak luput dari jerat masalah hukum - baik perdata maupun pidana. Dan ironisnya, sangat terbatas saudara perantau yang berprofesi sebagai Pengacara.
Dengan bekal ilmu hukum dan asam-garam perjalanan hidup dari penjual bakso keliling, wartawan puluhan tahun, Ketua DPW LSM BPPI Sulsel, penulis buku, komisioner penyiaran Indonesia hingga menjadi pengusaha, buku ini adalah ikhtiar Samsul Hadi untuk mengabdi.
Menjadikan ilmu sebagai wasilah untuk berkhidmat kepada sesama perantau khususnya, dan masyarakat pada umumnya.
Ini adalah kisah tentang:
Perjuangan, tentang keberanian memulai lagi di usia yang tak lagi muda, dan tentang keyakinan bahwa selama nafas masih ada, pengabdian belum selesai.
Setidaknya, buku ini mengajak kita untuk hidup dalam kesadaran hukum.
(Samsul Hadi, SH CPLA)

