Cirebon, Chansmedia.net-
Suasana penuh khidmat dan rasa syukur mewarnai pelaksanaan Tasyakur Khatmil Qur’an Juz 30 “Bin Nadzor dan Bil Ghaib” Angkatan ke-11, yang digelar pada Ahad, 20 September 2026, di Mushola Al-Hidayah, Blok Lojok, Desa Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi para santri yang telah menyelesaikan rangkaian pembelajaran dan capaian membaca serta menghafal Al-Qur’an Juz 30, baik secara Bin Nadzor maupun Bil Ghaib.
Rangkaian tasyakur berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kekhidmatan. Kehadiran para tokoh agama, sesepuh, serta tokoh masyarakat turut memberikan makna tersendiri bagi perjalanan pendidikan Al-Qur’an para santri.
Ketua Panitia, Abdul Basith, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh santri yang telah berjuang dengan penuh kesungguhan hingga mampu mencapai tahap khatmil Qur’an tersebut.
“Ini bukan sekadar pencapaian dalam menyelesaikan bacaan dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari proses membentuk kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Kami mengapresiasi semangat dan kesungguhan para santri. Semoga apa yang telah dipelajari dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Abdul Basith.
Menurutnya, keberhasilan para santri tentu tidak terlepas dari peran para pembimbing, orang tua, serta dukungan masyarakat yang senantiasa memberikan motivasi dan doa.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Buya Ahid, tokoh agama sekaligus sesepuh dan tokoh masyarakat. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan serta pembinaan generasi muda melalui nilai-nilai Al-Qur’an.
Tasyakur Khatmil Qur’an Angkatan ke-11 ini diharapkan tidak menjadi akhir dari perjalanan para santri, melainkan menjadi langkah awal untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, memperkuat hafalan, memperbaiki akhlak, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Dengan penuh rasa syukur, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap ayat yang dipelajari adalah bagian dari perjalanan panjang menuju kebaikan.
Semoga para santri senantiasa istiqamah menjaga Al-Qur’an di hati, lisan, dan perbuatan, serta menjadi generasi yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan agama.
(Suteni)

