Yogyakarta,Chans Media.net -
Ratusan mahasiswa tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Yogyakarta menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Tuntutan itu disampaikan saat mereka berorasi di depan kantor DPRD DIY, pada Senin siang (22/6/2026).
Koordinator IMM Aksan Taqwin, mengatakan ada lima tuntutan yang disampaikan pada unjuk rasa Senin siang.
"Pertama, IMM mendesak pemerintah untuk melakukan audit dan evaluasi secara total program MBG dan juga KDMP. Yang kemudian kita lihat memang dari dua program itu memangkas ataupun menggunakan anggaran yang sangat besar," tegasnya.
Hal itu menurut para mahasiswa IMM mengakibatkan alokasi-alokasi anggaran di sektor-sektor yang lain harus terpangkas.
Tuntutan kedua, mereka mendesak reorientasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk kepentingan pendidikan, lapangan kerja, dan perlindungan sosial.
"Karena bagi kami pendidikan merupakan sektor yang paling penting apalagi kalau di dalam APBN itu kan 20% dari total APBN untuk kemudian dialokasikan pada sektor pendidikan," jelasnya.
Selanjutnya, poin ketiga adalah mendesak penghentian militarisasi dan pengembalian TNI dan Polri ke barak. Kemudian tuntutan keempat para mahasiswa IMM yakni reformasi ekonomi yang berkeadilan. Hal ini didasari adanya kenaikan beberapa harga bahan pokok, serta kenaikan BBM dan melemahnya nilai rupiah.
Poin terakhir mereka mendesak adanya penguatan demokrasi dan ruang partisipasi publik. Mereka menilai banyak kebijakan-kebijakan yang hari ini hadir tidak melibatkan partisipasi publik saat proses perencanaan.
Para mahasiswa IMM juga meminta para fraksi di DPRD DIY berada dibarisan para mahasiswa pengunjuk rasa untuk bersama-sama mendukung evaluasi program pemerintah yang bermasalah.


