Halmahera Timur - Pekerjaan penimbunan lapangan di Desa Rawamangun, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara menjadi sorotan warga setempat.
Pasalnya, kegiatan fisik tersebut tanpa papan nama proyek. Warga setempat pun menaruh sangka jika proyek tersebut itu siluman.
“Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar dan sumber anggaran,” kata salah satu warga kepada mediachans.net, Jumat (14/8/2026).
Ia menyebut, di lapangan, warga hanya mendapati para pekerja. Mereka berakivitas sudah hampir sebulan terakhir tanpa ada pengawasan dari pemerintah.
“Warga tidak tahu ini proyek dari mana. Tidak ada informasi, sumber dana dari mana, siapa yang kerja tidak ada sama skali terkait ini,” bebernya
Menurutnya, pihak pemborong atau kontraktor harus memasang papan informasi pekerjaan, tujuannya warga bisa ketahui asal usul pekerjaan yang dibangun di desa mereka.
“Nilainya berapa jangka waktu pekerjaan selesai kapan, serta konsultantannya siapa, kalau tidak ada semua, jangan-jangan ini siluman,” ujarnya menduga.
Ia menuturkan, jika tidak ada pengawasan, tentu warga perlu meragukan kualitas jalan yang dibangun.
“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan,” cetusnya.
Sesuai pantauan media di lokasi pekerjaan sampai berita ini diturunkan, papan informasi publik tak terpasang.
Terpisah, jurnalis media ini dalam upaya konfirmasi ke Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Halmahera Timut terkait sumber proyek tersebut.
Berdasarkan penelurusan media ini, proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Halmahera Timur Tahun 2026 sebesar Rp1.2 milliar yang kerjakan oleh CV. Gread Makmur Sejahtera.




