Berdalih Untuk Nelayan, Ngangsu Solar Bersubsidi Yang Terorganisir Distribusi Tepat Sasaran Terancam


Pemalang, Chansmedia.net – Dugaan penyimpangan dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, ditemukan indikasi pengambilan solar bersubsidi menggunakan jerigen dengan dalih kebutuhan nelayan.

Dari informasi yang dihimpun, pengambilan BBM dilakukan secara berulang menggunakan sejumlah jerigen yang diangkut sepeda motor.

Aktivitas tersebut diduga memanfaatkan dokumen pendukung berupa surat rekomendasi nelayan serta dokumen kapal atau perahu sebagai dasar pembelian solar bersubsidi. Dan di duga di kendalikan oleh seorang pria yang bernama Ahyar.

Salah seorang warga setempat, majid 47 Thn mengaku sering melihat sejumlah pengendara sepeda motor membawa jerigen melewati depan rumahnya di dusun kamulian danasari Pemalang.

"Saya sering melihat rombongan motor membawa jerigen kayaknya isi solar. Soalnya begitu lewat bau solar nya terasa, Aktivitas seperti itu cukup sering hampir tiap hari, ada saja yang lewat bawa jerigen, ujarnya.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan terkait mekanisme pengawasan distribusi BBM subsidi agar tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

Menanggapi hal itu, pengamat energi lintas Jawa, Hasan, menyayangkan apabila praktik tersebut benar terjadi. Menurutnya, solar subsidi diperuntukkan bagi sektor tertentu dengan pengaturan kuota yang ketat guna menjaga keberlanjutan pasokan serta mencegah distorsi distribusi di lapangan.

apabila ada pengambilan solar subsidi dalam jumlah besar setiap hari dengan menggunakan dokumen nelayan, tentu perlu dilakukan verifikasi lebih lanjut oleh pihak terkait. Pada umumnya, penyaluran untuk sektor nelayan maupun pertanian memiliki pembatasan sesuai ketentuan yang berlaku dan harus disesuaikan dengan kebutuhan riil pengguna," katanya.

Hasan menambahkan, apabila terdapat pengambilan hingga ratusan liter per hari oleh satu pihak, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketimpangan distribusi dan mengurangi akses masyarakat lain yang benar-benar berhak menerima subsidi.

"Subsidi BBM diberikan negara untuk membantu masyarakat produktif. Karena itu, pengawasannya harus diperkuat agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat menimbulkan distorsi pasar maupun kerugian bagi penerima manfaat yang sah," tegasnya.

Publik berharap adanya pengawasan dan evaluasi menyeluruh guna memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال