Tiga korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tragis tersebut telah dimakamkan di kampung halaman mereka di Kabupaten Kuningan, diiringi isak tangis keluarga, kerabat, dan warga yang turut mengantar kepergian mereka.
Korban meninggal merupakan satu keluarga, yakni Enggar A. Kautsar, sang istri Neneng Intan Permatasari, serta anak bungsu mereka yang masih berusia balita. Musibah yang merenggut tiga nyawa sekaligus itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sementara itu, putri sulung mereka, Lovanya Evelyn Kautsar, menjadi satu-satunya anggota keluarga yang selamat. Hingga kini, ia masih menjalani perawatan intensif di RSD Gunung Jati Kota Cirebon akibat luka berat yang dideritanya.
Keprihatinan mendalam juga disampaikan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap Lovanya segera diberikan kesembuhan.
Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah terhadap masa depan anak yang kini kehilangan kedua orang tua serta adiknya, Bupati Dian memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan akan menjamin beasiswa pendidikan bagi Lovanya hingga jenjang yang memungkinkan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Peristiwa ini menjadi duka bagi kita semua. Pemerintah Kabupaten Kuningan hadir untuk memastikan masa depan Lovanya tetap terjaga. Kami akan memberikan dukungan, termasuk jaminan beasiswa pendidikan agar cita-citanya tetap dapat diraih meski tengah menghadapi cobaan yang sangat berat," ungkap Bupati.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Harapannya, tragedi serupa tidak kembali terulang, sehingga tidak ada lagi keluarga yang harus kehilangan orang-orang tercinta dalam kecelakaan di jalan raya.
Semoga seluruh korban husnul khatimah, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan Lovanya segera pulih serta mampu menatap masa depan dengan penuh harapan.



