📈 SAHAM
BBCA 9.125 ▲ 1,10%
BBRI 4.120 ▲ 0,85%
BMRI 5.875 ▲ 1,03%
TLKM 2.850 ▼ 0,35%
ASII 4.760 ▲ 0,42%
GOTO 72 ▲ 2,86%
ANTM 3.250 ▼ 0,61%
BBNI 5.100 ▲ 0,59%
ICBP 11.450 ▲ 0,22%
UNVR 1.845 ▼ 0,80%
BBCA 9.125 ▲ 1,10%
BBRI 4.120 ▲ 0,85%
BMRI 5.875 ▲ 1,03%
TLKM 2.850 ▼ 0,35%
Berita Terkini Update otomatis setiap 10 menit
Memuat berita terbaru...

1.080 Anak Cirebon Bersiap Masuk Sekolah Rakyat, Seleksi Ketat Pastikan Tepat Sasaran

Cirebon, Chansmedia.net-

Harapan baru bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah segera hadir melalui Program Sekolah Rakyat. Di Kabupaten Cirebon, sebanyak 1.080 siswa diproyeksikan menjadi penerima manfaat program tersebut tahun ini.

Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai akses pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, khususnya kelompok masyarakat yang berada pada tingkat kesejahteraan terbawah.

Meski jumlah penerima manfaat telah diproyeksikan, tidak seluruh calon siswa dapat langsung masuk. Pemerintah menerapkan mekanisme seleksi agar program tersebut benar-benar diterima oleh keluarga yang paling membutuhkan.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Muchydin, S.Sos., menjelaskan bahwa calon siswa Sekolah Rakyat diprioritaskan berasal dari keluarga yang masuk dalam desil 1 dan desil 2.

Kelompok tersebut merupakan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, termasuk keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem.

“Pemkab Cirebon sifatnya hanya penerima manfaat. Kemudian membantu ketika Sekolah Rakyat ini berjalan,” kata Muchydin.

Menurutnya, ketepatan sasaran menjadi hal penting dalam pelaksanaan program. Jangan sampai fasilitas pendidikan yang ditujukan bagi masyarakat paling membutuhkan justru dinikmati oleh kelompok yang secara ekonomi relatif lebih mampu.

Karena itu, proses seleksi menjadi bagian penting untuk memastikan setiap kursi yang tersedia benar-benar memberikan manfaat kepada anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan lebih baik.

Dengan estimasi 1.080 penerima manfaat, Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon diharapkan tidak hanya menjadi program pendidikan, tetapi juga menjadi pintu untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar soal ruang kelas dan buku pelajaran. Bagi keluarga kurang mampu, kesempatan bersekolah dapat menjadi jalan panjang menuju masa depan yang lebih baik.
Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال