Keterangan foto: Bupati Kayong Utara Romi Wijaya dan Wabup Amru saat memberikan keterangan kepada awak media.
Kayong Utara, Chansmedia.net-
Pemerintah Kabupaten Kayong Utara terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi ancaman serius, terutama terhadap munculnya kabut asap di sejumlah wilayah.
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mengungkapkan bahwa Kabupaten Kayong Utara mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat sekitar Rp20 miliar untuk mempercepat penanganan karhutla.
Menurut Romi, Kayong Utara saat ini menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian serius karena kondisi karhutla yang membutuhkan penanganan cepat dan terpadu.
Meski jumlah hotspot atau titik panas mulai menunjukkan penurunan, operasi pemadaman tetap digencarkan. Penanganan dilakukan secara gabungan dengan melibatkan BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, serta masyarakat.
Salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan berada di kawasan Bukit Peramas, Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).
Romi mengatakan, dukungan anggaran dari pemerintah pusat telah tersedia. Namun, persoalan lain muncul pada pemenuhan kebutuhan peralatan dan logistik di lapangan.
“Kalau anggaran, kita sudah dapat bantuan dari pemerintah pusat oleh Bapak Presiden, karena kita salah satu kabupaten yang sudah dapat, kurang lebih Rp20 miliar. Dan ini sedang dirumuskan penggunaannya sesuai dengan juklak-juknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” kata Romi. Jumat (18/9/2026).
Ia menyebut, kebutuhan peralatan untuk menghadapi karhutla saat ini cukup tinggi. Bahkan, sejumlah perlengkapan seperti masker hingga mesin pompa sulit diperoleh karena tingginya kebutuhan di berbagai daerah.
“Cuma memang situasi dan kondisinya, sebenarnya peralatan kita kurang banyak. Tapi sekarang mau belanjanya yang susah, contoh masker. Karena semuanya perlu, sekarang stok kosong. Begitu juga yang lain, misalnya mesin pompa dan lain-lain. Walaupun uangnya ada, belanjanya susah sekarang karena semuanya perlu,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat Pemkab Kayong Utara kini mengkaji sejumlah opsi untuk mempercepat pengadaan peralatan pendukung pemadaman.
“Ini yang sedang kita kaji, apa opsi-opsi untuk percepatan pemenuhan peralatan-peralatan pendukung untuk pemadaman karhutla ini, karena duitnya sudah ada,” ungkap Romi.
Di sisi lain, Romi mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan karhutla. Menurutnya, penanganan bencana tersebut tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah.
“Kalau peran serta pihak ketiga, semua stakeholder berperan. Kami melihat semua pihak berperan, TNI, Polri, instansi vertikal seperti Manggala Agni, Taman Nasional, masyarakat, dan dunia usaha juga berpartisipasi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh unsur di Kayong Utara terus memperkuat koordinasi menghadapi kondisi darurat karhutla.
“Artinya kita di Kayong Utara kompak semua, solid dalam menghadapi darurat karhutla ini,” tegasnya.
Dengan dukungan anggaran sekitar Rp20 miliar tersebut, Pemkab Kayong Utara kini dituntut bergerak cepat memastikan kebutuhan peralatan pemadaman dan logistik perlindungan masyarakat dapat segera terpenuhi.
Sebab, meski titik panas mulai menurun, ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir. Kecepatan respons, ketersediaan peralatan, serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas dan dampak kabut asap terhadap masyarakat.
(Win)


