Akhir-akhir ini PLN pemadaman bergilir tapi tidak berdampak di padukuhan kedungroh warga punya listrik cadangan

Kulon Progo--Chansmedia.net     
Pemadaman listrik bergilir yang kerap terjadi belakangan ini menjadi masalah bagi masyarakat.

Apalagi pemadaman itu berdampak pada aktivitas sehari-hari mereka, bahkan usaha yang dijalani menjadi merugi."Namun masalah itu tidak dirasakan sama sekali oleh sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) di Padukuhan Kedungroh, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo. Semuanya berkat Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) 24/06/2026

Ketua Pengurus Komunitas Mikrohidro Terpadu Indonesia PLTMh Kedungroh, Sumberini menyampaikan bahwa listrik dari PLTMh jadi sumber utama bagi sekitar 50 KK di sana. Sedangkan listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) hanya sebagai cadangan.

"Pemadaman listrik bergilir kemarin sama sekali tidak dirasakan efeknya, aktivitas warga tetap berjalan aman berkat PLTMh," ujarnya 

Pendirian PLTMh berawal pada 2009 silam dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka melihat potensi dari aliran Saluran Irigasi Kalibawang yang deras, apalagi dengan adanya air terjun yang mengalir kuat.

PLTMh sederhana pun mulai dibangun menggunakan turbin, dan digunakan hanya untuk lampu penerangan jalan. Perkembangan pesat mulai dirasakan pada 2012 lalu dengan dukungan dari Pemda DIY dan perguruan tinggi, di mana PLTMh yang lebih besar mulai dibangun.
"Pembangunannya selesai pada November 2012 dan bisa digunakan untuk rumah warga," kata Sumberini 
"PLTMh tersebut kini dikelola secara swadaya oleh warga. Tiap KK pun cukup membayar iuran senilai Rp 12 ribu untuk 35 hari agar bisa menggunakan PLTMh, yang dibayarkan lewat Ketua RT (Rukun Tetangga) masing-masing.

Iuran tersebut terbilang sangat murah, mengingat warga tak hanya memakai listrik dari PLTMh untuk aktivitas rumah tangga, tetapi juga usaha mereka. Tiap KK pun membayar iuran yang sama, terlepas dari besar-kecilnya kebutuhan listrik masing-masing

"Kapasitas PLTMh saat ini mencapai 18 ribu watt, masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan listrik warga di sini," jelas Sumberini yang baru menjadi Ketua sejak 2025 sampai 2030 mendatang.

Manfaat besar yang dirasakan warga membuat mereka memberikan perhatian besar terhadap perawatan PLTMh. Mereka pun ikut serta melakukan pembenahan rutin melalui kerja bakti.

Meski begitu, Sumberini berharap ada dukungan dari banyak pihak guna memastikan keberlanjutan dari PLTMh. Termasuk dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo.

"Harapannya bisa berkembang lebih jauh dan layanannya bisa lebih luas," katanya.
Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال