Tegal, Chansmedia.net – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengintensifkan upaya membangun generasi muda yang cerdas dan berdaya saing di era digital melalui penguatan literasi keuangan.
Komitmen tersebut diwujudkan lewat Seminar Nasional bertema "Penguatan Regulasi Keuangan Digital untuk Mewujudkan Stabilitas dan Inklusi Keuangan Nasional" yang digelar di Kampus 2 Universitas Pancasakti (UPS) Tegal.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Pengembangan Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PVML) OJK, Agusman, yang menegaskan bahwa perkembangan teknologi finansial telah membuka peluang besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengakses layanan keuangan secara lebih cepat, mudah, dan efisien.
Menurut Agusman, berbagai inovasi digital, termasuk pemanfaatan teknologi machine learning dalam proses credit scoring, telah membawa perubahan besar dalam industri jasa keuangan. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat tidak terjebak dalam berbagai risiko yang mengintai di ruang digital.
"Mahasiswa perlu memahami manfaat dan risiko layanan keuangan digital agar dapat mengambil keputusan finansial yang tepat," tegas Agusman.
Ia menekankan, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menjadi pelaku utama dalam membangun budaya keuangan yang sehat. Literasi keuangan digital tidak hanya menjadi bekal untuk mengelola keuangan pribadi, tetapi juga menjadi benteng dalam menghadapi maraknya penipuan daring, investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga berbagai bentuk kejahatan finansial berbasis teknologi.
Melalui seminar nasional ini, OJK berharap lahir generasi muda yang tidak sekadar melek teknologi, tetapi juga memiliki kecakapan dalam memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman, bertanggung jawab, dan produktif.
Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi investor yang cerdas, pengambil keputusan finansial yang bijaksana, sekaligus agen perubahan dalam mendorong terciptanya ekosistem keuangan digital yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.
Penguatan literasi keuangan digital merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus meningkatkan inklusi keuangan.
Melalui sinergi dengan perguruan tinggi, OJK optimistis generasi muda Indonesia akan semakin siap menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di tengah pesatnya transformasi ekonomi digital.



