Polresta Sleman bersama Polsek Gamping dan Godean melaksanakan pengamanan Upacara Adat Suran Mbah Demang di Gamping Sleman Berlangsung Khidmat

Sleman-- Chansmedia.net Polresta Sleman bersama Polsek Gamping dan Polsek Godean melaksanakan pengamanan Kirab Adat Tahunan Tradisi Suran Mbah Demang Cokrodikromo Tahun 2026 di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Selasa (23/6/2026) malam.

Kegiatan budaya yang diikuti sekitar 1.500 peserta dan disaksikan kurang lebih 20.000 warga tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan kirab pusaka, gunungan hasil bumi, bregada keprajuritan, serta berbagai kesenian tradisional.

Melalui pengamanan terpadu yang melibatkan Polri, TNI, Satpol PP, Linmas, Jaga Warga, dan relawan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas yang menonjol. 

"Upacara Adat Suran Mbah Demang bukan sekadar tradisi tahunan. Menurutnya, tradisi ini memiliki nilai spiritual, sosial, dan budaya yang luhur sebagai warisan yang wajib dijaga bersama. 
"Demikian disampaikan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa saat menghadiri sekaligus mengikuti prosesi budaya Upacara Adat Suran Mbah Demang yang berlangsung khidmat, di halaman Kantor Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sleman, Selasa (23/6/2026) malam.
"Upacara adat yang rutin digelar setiap memasuki bulan Sura dalam penanggalan Jawa ini merupakan bentuk penghormatan serta refleksi atas perjuangan leluhur, Ki Demang Cokrodikromo. Tokoh tersebut dikenal memiliki kontribusi besar dalam sejarah spiritual dan sosial kemasyarakatan di wilayah Banyuraden.

"Rangkaian acara malam itu dimeriahkan oleh Kirab Budaya yang mengular di sepanjang jalan. Defile kirab menampilkan barisan Bregada Keprajuritan tradisional, berbagai atraksi kesenian rakyat, gunungan hasil bumi, hingga arak-arakan ogoh-ogoh. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa turut membaur bersama warga dengan berjalan kaki mengikuti rute kirab menuju Sumur Petilasan Mbah Demang.

"Melalui momentum ini, masyarakat diajak untuk meneladani sifat welas asih dan keluhuran budi Ki Demang Cokrodikromo. Semasa hidupnya, Ki Demang dikenal sangat menghormati setiap tamu yang datang tanpa pandang bulu, dengan menyajikan suguhan khas berupa air minum dalam kendi ijem serta hidangan sekul gudhangan (nasi gudangan) berlauk ketan tholo yang dibungkus daun pisang
"Danang juga menyatakan rasa bangganya atas konsistensi warga Banyuraden yang merawat tradisi ini melalui semangat gotong royong. Terlebih, Kirab Suran Mbah Demang memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata daerah karena telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sejak tahun 2016, serta telah masuk ke dalam kalender event kebudayaan resmi Kabupaten Sleman.
"Menurutnya, di tengah arus global budaya lokal harus menjadi fondasi yang kuat agar masyarakat tidak kehilangan jati diri bangsa. Melalui laku budaya seperti Suran Mbah Demang, nilai-nilai luhur, penguatan iman, serta spirit gotong royong diharapkan dapat terus terimplementasi dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال