Ratusan Warga Tolak Operasional Tempat Hiburan Malam di Kota Tegal, Sampaikan Aspirasi ke DPRD


Tegal,Chans Media.Net –

Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Eling Anak Keturunan Tegal menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Tegal, Kamis (25/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana operasional tempat hiburan malam Helen Night Mart yang berlokasi di Jalan Dr. Wahidin Soedirohusodo, Kota Tegal.

Massa yang terdiri dari tokoh agama, santri, tokoh masyarakat, hingga kalangan ibu rumah tangga menyuarakan kekhawatiran mereka terkait dampak sosial yang berpotensi ditimbulkan oleh keberadaan tempat hiburan tersebut. Dalam aksinya, para peserta menyampaikan aspirasi secara tertib dengan membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan agar pemerintah daerah serta pihak terkait meninjau kembali izin operasional tempat usaha tersebut.

Menurut informasi yang beredar, Helen Night Mart dijadwalkan mulai beroperasi pada Jumat (26/6/2026). Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari sebagian warga yang menilai lokasi usaha tersebut berada terlalu dekat dengan kawasan permukiman penduduk dan sejumlah lembaga pendidikan keagamaan.

Masyarakat mengkhawatirkan keberadaan tempat hiburan malam tersebut dapat memengaruhi kondisi sosial lingkungan sekitar, termasuk potensi munculnya aktivitas yang dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai religius dan budaya masyarakat setempat. Selain itu, warga juga menyoroti kemungkinan peredaran minuman beralkohol yang dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif bagi generasi muda.

Salah satu tokoh masyarakat, Ustaz Khambali, yang juga menjabat sebagai Ketua RW di Kelurahan Sumurpanggang, menyampaikan bahwa keresahan warga didasarkan pada kondisi lingkungan sekitar lokasi yang didominasi fasilitas keagamaan dan pendidikan Islam.

"Di sekitar lokasi terdapat masjid, musala, madrasah, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), hingga pondok pesantren. Warga berharap lingkungan yang selama ini kondusif dan religius dapat tetap terjaga," ujarnya di sela-sela aksi.

Melalui aksi tersebut, warga meminta pemerintah daerah dan DPRD Kota Tegal untuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat sebelum tempat hiburan malam tersebut mulai beroperasi. Mereka berharap setiap kebijakan yang berkaitan dengan investasi dan kegiatan usaha tetap memperhatikan aspek sosial, budaya, serta karakteristik lingkungan masyarakat setempat.

Hingga aksi berakhir, massa tetap bertahan menyampaikan tuntutannya secara damai sembari menunggu respons dari pihak DPRD maupun instansi terkait mengenai keberlanjutan operasional tempat hiburan malam tersebut.

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال