Tegal, Chansmedia.net – Suasana riuh percakapan para pedagang mewarnai lorong-lorong Pasar Pagi Kota Tegal. Di sela menunggu pembeli, topik yang paling banyak diperbincangkan bukan sekadar ramainya aktivitas jual beli, melainkan penurunan drastis harga sejumlah bahan pangan yang terjadi dalam dua pekan terakhir.
Fenomena tersebut dipicu oleh dihentikannya sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Kebijakan itu berdampak langsung terhadap menurunnya permintaan bahan pangan, terutama komoditas daging ayam dan telur ayam yang sebelumnya menjadi pemasok utama kebutuhan program tersebut.
Ketika Program MBG berjalan aktif, tingginya permintaan mampu mendorong kenaikan harga sekaligus memberikan angin segar bagi para pedagang. Namun kini, kondisi berbalik. Melemahnya serapan pasar membuat harga kedua komoditas tersebut mengalami penurunan tajam, sehingga berdampak pada menurunnya pendapatan para pelaku usaha di pasar tradisional.
Sri (53), salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Pagi Kota Tegal, mengaku perubahan itu sangat terasa. Menurutnya, sejak Program MBG memasuki masa libur sekolah, harga daging ayam terus bergerak turun mengikuti lesunya permintaan.
"Sejak MBG libur, harga daging ayam turun," ujar Sri saat ditemui di lapaknya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat omzet penjualan ikut menurun. Selain harga jual yang lebih rendah, jumlah pembeli juga berkurang dibandingkan saat Program MBG masih berjalan secara normal.
Para pedagang berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat segera kembali beroperasi setelah masa libur sekolah berakhir. Mereka optimistis meningkatnya kembali permintaan dari program tersebut akan membantu menstabilkan harga komoditas pangan sekaligus menggerakkan roda perekonomian pasar tradisional.
Bagi para pedagang, keberlangsungan Program MBG bukan hanya berperan dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting yang mampu menjaga keseimbangan permintaan dan harga komoditas pangan di tingkat lokal.
Dengan demikian, aktivitas ekonomi di pasar rakyat dapat kembali bergairah dan memberikan kepastian pendapatan bagi para pelaku usaha kecil.



