Kondisi batang aliran sungai Meliau kecamatan Meliau, kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kini terlihat semakin Menyempit dan mengecil dibandingkan kondisi beberapa tahun silam. Pemantauan yang dilakukan pada hari ini memperlihatkan tepian sungai tertutup tumpukan tanah dan lumpur tebal, sementara aliran air semakin terbatas dan berwarna keruh pekat.
Berdasarkan pengamatan dan analisis pola kerusakan yang terjadi, penyebab utama penyempitan batang sungai ini diduga kuat berasal dari penumpukan material limbah lumpur yang terbawa aliran air, baik dari pertambangan bauksit maupun aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di wilayah hulu dan sepanjang aliran sungai. Lumpur dan material galian yang dibuang atau terhanyut ke badan sungai perlahan mengedap di dasar dan pinggiran sungai, sehingga lambat Laun mengurangi kedalaman dan memperkecil lebar aliran air.
Sungai Meliau selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat, digunakan sebagai sumber air bersih, sarana transportasi, lahan perikanan,serta pengairan lahan pertanian. Penyempitan aliran sungai tidak hanya mengancam ketersediaan dan kualitas air, namun juga meningkatkan risiko banjir saat curah hujan tinggi karena daya tampung sungai semakin berkurang, serta mengancam keberlangsungan ekosistem perairan dan mata pencaharian warga yang bergantung pada sungai.
Kondisi ini menjadi bukti nyata dampak jangka panjang aktivitas pertambangan yang tidak dikelola dengan baik dan tidak mengikuti aturan kelestarian lingkungan. Masyarakat meminta kepada seluruh pihak terkait untuk segera menindaklanjuti permasalahan ini:
- Melakukan pengecekan dan penelitian mendalam untuk memastikan sumber pencemarann dan penumpukan material;
- Menertibkan seluruh aktivitas pertambangan,baik legal maupun ilegal,yang terbukti merusak lingkungan dan mencemari perairan;
- Meminta pihak perusahaan pertambangan yang berizin untuk menjalankan kewajiban pengelolaan lingkungan sesuai peraturan yang berlaku;
- Melakukan upaya pengerukan pemulihan badan sungai agar aliran kembali normal dan aman.
Masyarakat berharap penanganan dilakukan secara serius, terpadu, dan berkelanjutan demi menjaga kelestarian sungai Meliau agar tetap bisa dimanfaatkan,dijaga, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
(SUPRIADI)


