Perjalanan keluarga menjelajahi Tana Toraja berlanjut setelah sebelumnya menikmati panorama Negeri di Atas Awan dan melihat langsung tradisi pemakaman leluhur di Londa.
Destinasi berikutnya adalah Ke'te' Kesu', salah satu kawasan adat yang dikenal dengan rumah tradisional Toraja atau Tongkonan.
Menyaksikan Keagungan Tongkonan
Di kawasan Ke'te' Kesu', rombongan dapat melihat deretan Tongkonan dan lumbung padi tradisional atau alang.
Tongkonan bukan sekadar bangunan tradisional. Rumah adat tersebut memiliki hubungan erat dengan garis keturunan, identitas keluarga dan kehidupan adat masyarakat Toraja.
Di kawasan ini juga terdapat pemakaman tradisional yang berada di sekitar gua dan tebing batu.
Bagi rombongan, mengunjungi Ke'te' Kesu' bukan hanya menjadi perjalanan wisata, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Toraja.
Setelah menikmati suasana kampung adat dan mengabadikan perjalanan bersama keluarga, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya.
Menutup Perjalanan di Buntu Burake
Destinasi terakhir yang menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam perjalanan adalah Buntu Burake, kawasan wisata religi tempat berdirinya Patung Yesus Memberkati.
Patung tersebut berdiri di kawasan perbukitan dan menghadap Kota Makale. Dari ketinggian, pengunjung dapat menikmati panorama Kota Makale serta bentang alam pegunungan Tana Toraja.
Di bawah Patung Yesus Memberkati, rombongan menghabiskan waktu dengan berfoto bersama keluarga. Setelah itu, suasana dilanjutkan dengan duduk santai menikmati udara pegunungan dan panorama alam.
Ada ketenangan tersendiri ketika berada di atas perbukitan, memandang jauh ke bawah dan melihat kehidupan manusia yang tampak kecil dari ketinggian.
Pulang Membawa Kenangan
Setelah puas menikmati Buntu Burake, perjalanan akhirnya dilanjutkan kembali menuju Makassar.
Perjalanan Makassar–Toraja memang membutuhkan waktu dan tenaga. Namun, perjalanan tersebut memberikan pengalaman yang jauh lebih berharga daripada sekadar mengunjungi tempat wisata.
Ada hamparan sawah Sidrap, pegunungan Enrekang, kesejukan Negeri di Atas Awan, tradisi leluhur di Londa, keindahan Tongkonan di Ke'te' Kesu' hingga panorama Buntu Burake.
Semua menjadi bagian dari satu perjalanan yang penuh cerita.
Yang paling berharga bukan hanya destinasi yang dikunjungi, tetapi kesempatan untuk menikmati seluruh perjalanan bersama keluarga.
Perjalanan tersebut akhirnya menjadi sebuah kenangan: melelahkan, tetapi mengasyikkan; panjang, tetapi penuh pengalaman; dan memberikan pelajaran bahwa Sulawesi Selatan memiliki kekayaan alam serta budaya yang luar biasa.
Dari Kota Makassar, Sidrap, Enrekang hingga Tana Toraja, semuanya menyatu menjadi cerita perjalanan yang akan terus dikenang.
Tamat.
(samsul hadi)


