Batam, Chansmedia.net
Batam semakin menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu tujuan utama investasi di luar Pulau Jawa. Sepanjang Januari–Juni 2026, realisasi investasi Batam mencapai Rp29,89 triliun, tertinggi dibandingkan kota-kota lain di luar Pulau Jawa.
Angka tersebut menempatkan Batam jauh di atas Balikpapan yang berada di posisi kedua dengan Rp8,17 triliun. Berikutnya, Pekanbaru mencatat Rp7,35 triliun, Medan Rp6,44 triliun, dan Dumai Rp5,58 triliun.
Jarak yang cukup lebar itu memperlihatkan kuatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam di tengah persaingan daerah dalam menarik investasi.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam/Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam/Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, penguatan iklim investasi menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemko Batam dan BP Batam memperkuat daya tarik tersebut melalui kemudahan pelayanan, kepastian berusaha, pembangunan infrastruktur, serta penciptaan iklim ekonomi yang semakin kompetitif.
Upaya itu juga didukung dengan semakin luasnya kawasan investasi. Berdasarkan PP Nomor 47 Tahun 2025, wilayah KPBPB Batam bertambah dari delapan menjadi 22 pulau. Luas kawasannya meningkat dari sekitar 71.500 hektare menjadi 152.686,44 hektare.
Perluasan kawasan tersebut berjalan seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur strategis. Pengembangannya mencakup jalan dan jembatan, drainase, pelabuhan, bandara, jaringan air minum, pengolahan air limbah dan limbah B3, hingga fasilitas kesehatan dan pelayanan publik.
Dukungan kawasan dan infrastruktur itu menjadi bagian dari fondasi Batam dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Dalam daftar 15 kota dengan realisasi investasi terbesar di luar Jawa, wilayah Sumatra juga menunjukkan performa kuat. Kota-kota di Sumatra dalam daftar tersebut mencatat total investasi Rp58,93 triliun, sedangkan kota-kota di Kalimantan mencapai Rp15,75 triliun.
Kinerja Semester I 2026 sekaligus melanjutkan tren positif investasi Batam dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam sepanjang 2025 mencapai Rp44,01 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat Rp25,46 triliun dan melampaui target investasi 2025 sebesar Rp36,9 triliun.
Sementara dengan metodologi perhitungan investasi yang dikembangkan BP Batam melalui pendekatan bottom-up, nilai investasi Batam pada 2025 mencapai Rp69,30 triliun, atau 115,50 persen dari target Rp60 triliun.
Pertumbuhan juga terlihat dari semakin kuatnya investasi dalam negeri. Sepanjang 2025, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp18,43 triliun, naik 125,86 persen dibandingkan 2024 yang berada di angka Rp8,16 triliun.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Batam tidak hanya datang dari investor asing. Pelaku usaha nasional juga semakin melihat Batam sebagai daerah dengan prospek ekonomi yang menjanjikan.
Dari sisi Penanaman Modal Asing (PMA), realisasi 2025 mencapai Rp25,58 triliun, tumbuh 47,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp17,30 triliun.
Singapura masih menjadi penyumbang investasi terbesar, disusul Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.
Bagi pemerintahan Amsakar-Li Claudia, tren tersebut menjadi modal untuk memperkuat Batam sebagai kota investasi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan.
Namun, pertumbuhan investasi tidak berhenti pada besarnya nilai modal yang masuk. Pemerintah ingin geliat investasi ikut menggerakkan dunia usaha, memperluas aktivitas ekonomi, dan membuka semakin banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.
Dengan posisi strategis, kawasan investasi yang semakin luas, dukungan infrastruktur, pelayanan yang semakin mudah, serta pasar yang berkembang, Batam memiliki fondasi kuat untuk terus meningkatkan daya saingnya sebagai salah satu pusat investasi utama di Indonesia.
Reporter : izazat karunia.



