📈 SAHAM
BBCA 9.125 ▲ 1,10%
BBRI 4.120 ▲ 0,85%
BMRI 5.875 ▲ 1,03%
TLKM 2.850 ▼ 0,35%
ASII 4.760 ▲ 0,42%
GOTO 72 ▲ 2,86%
ANTM 3.250 ▼ 0,61%
BBNI 5.100 ▲ 0,59%
ICBP 11.450 ▲ 0,22%
UNVR 1.845 ▼ 0,80%
BBCA 9.125 ▲ 1,10%
BBRI 4.120 ▲ 0,85%
BMRI 5.875 ▲ 1,03%
TLKM 2.850 ▼ 0,35%

Karang Taruna Tegalsari Bidik Tiket Nasional, Rechecking Lapangan Jadi Penentu di Ajang Berprestasi Jawa Barat 2026

Cirebon, Chansmedia.net 

Karang Taruna Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, memasuki tahapan krusial dalam Seleksi Karang Taruna Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. 

Setelah melewati proses presentasi dan verifikasi kelengkapan administrasi di Bandung, kini tim juri melakukan rechecking atau pengecekan ulang secara langsung di lapangan.

Tahapan penilaian tersebut dipusatkan di Balai Desa Tegalsari dan dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah lokasi program kerja Karang Taruna. 

Tim juri melihat secara langsung sekretariat Karang Taruna, unit teknis Usaha Ekonomi Produktif (UEP), kawasan industri PT FSCM, hingga Blok Wadas Tengah untuk berinteraksi dengan masyarakat penerima manfaat.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Karang Taruna Provinsi Jawa Barat, Ahmad Taufik, bersama enam orang tim juri. 

Hadir pula Kepala Dinas Sosial, Kepala Bapperida, Kuwu Desa Tegalsari, unsur Muspika Kecamatan Plered, Kepala Puskesmas Plered, serta Ketua Karang Taruna Kabupaten Cirebon, Eka Wildanu, beserta jajaran pengurus.

Sejumlah lembaga desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, PKBM Al-Ghifari, hingga perwakilan dunia usaha turut ambil bagian dalam tahapan penilaian. Di antaranya PT FSCM, PT Dharma Polimetal, PT Dharma Electrindo, PT Dharma Kyungshin, dan PT Indoowoyang.

Saat mengunjungi kawasan pabrik PT FSCM, tim juri mendapat pemaparan mengenai pola kolaborasi dan sinergi berkelanjutan antara perusahaan dengan Karang Taruna Desa Tegalsari. 

Kemitraan tersebut menjadi salah satu gambaran nyata mengenai upaya pemberdayaan masyarakat lokal melalui program yang melibatkan dunia usaha.

Ketua Karang Taruna Desa Tegalsari, Ade Wahyudi, S.IP., mengatakan rechecking lapangan menjadi salah satu tahapan penting karena tim juri dapat melihat secara langsung implementasi program serta dampaknya bagi masyarakat.

“Karang Taruna Desa Tegalsari harus bersaing dengan sembilan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat untuk merebut posisi wakil provinsi di tingkat nasional. 

Beberapa parameter penilaian utama meliputi program dan inovasi sosial, kelembagaan dan administrasi, dampak serta kebermanfaatan bagi masyarakat, hingga aspek kemitraan dan kolaborasi,” ujar Ade.

Menurutnya, keberadaan program yang tidak hanya berhenti pada administrasi organisasi menjadi modal penting dalam menghadapi penilaian. 

Program pemberdayaan ekonomi, penguatan kelembagaan, serta kemitraan dengan berbagai pihak diharapkan mampu menunjukkan bahwa Karang Taruna memiliki peran nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami seluruh proses ini dapat berjalan dengan baik. Kami ingin apa yang telah dilakukan Karang Taruna Tegalsari benar-benar memberikan manfaat dan menjadi bukti bahwa pemuda desa mampu bergerak, berinovasi, serta membangun kolaborasi untuk kemajuan masyarakat,” katanya.

Tahapan rechecking tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Karang Taruna Desa Tegalsari untuk memperlihatkan konsistensi program dan kekuatan kolaborasi yang telah dibangun.

Persaingan menuju posisi terbaik tingkat Jawa Barat pun semakin terbuka, dengan target membawa nama Kabupaten Cirebon melangkah ke ajang Karang Taruna Berprestasi tingkat nasional.
Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال