📈 SAHAM
BBCA 9.125 ▲ 1,10%
BBRI 4.120 ▲ 0,85%
BMRI 5.875 ▲ 1,03%
TLKM 2.850 ▼ 0,35%
ASII 4.760 ▲ 0,42%
GOTO 72 ▲ 2,86%
ANTM 3.250 ▼ 0,61%
BBNI 5.100 ▲ 0,59%
ICBP 11.450 ▲ 0,22%
UNVR 1.845 ▼ 0,80%
BBCA 9.125 ▲ 1,10%
BBRI 4.120 ▲ 0,85%
BMRI 5.875 ▲ 1,03%
TLKM 2.850 ▼ 0,35%

Klaim Pendapatan Ojol Naik 2–3 Kali Lipat, Realitas di Kota Cirebon Justru Berbeda

Cirebon, Chansmedia.net — Klaim mengenai peningkatan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol) kembali menjadi sorotan. 

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut adanya upaya menciptakan pembagian hasil yang lebih adil, bahkan berpotensi meningkatkan pendapatan pengemudi hingga dua sampai tiga kali lipat, sempat membawa harapan baru bagi para pahlawan aspal.

Namun, optimisme tersebut belum sepenuhnya dirasakan para pengemudi ojol di lapangan.

Di Kota Cirebon, realitas yang dihadapi sebagian pengemudi justru masih jauh dari gambaran peningkatan pendapatan secara signifikan. 

Arief, salah seorang pengemudi ojol yang sehari-hari beroperasi di kawasan Panjunan, Kota Cirebon, mengaku kondisi di lapangan masih cukup berat.

Menurutnya, pendapatan yang diperoleh setiap hari belum menunjukkan peningkatan sebagaimana yang diharapkan. 

Setelah dikurangi berbagai biaya operasional, seperti bahan bakar, makan, serta kebutuhan perawatan kendaraan, uang yang dibawa pulang kerap kali sangat terbatas.

“Kalau dibilang pendapatan naik dua atau tiga kali lipat, saya belum merasakan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja masih harus berjuang,” ujar Arief.

Ia menuturkan, jumlah pesanan yang tidak selalu stabil menjadi salah satu tantangan. Pengemudi juga harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalan untuk mendapatkan order yang cukup, sementara biaya operasional terus berjalan.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya jarak antara kebijakan atau klaim peningkatan kesejahteraan dengan pengalaman sebagian pengemudi di tingkat lapangan.

Bagi Arief dan para pengemudi ojol lainnya, yang dibutuhkan bukan sekadar angka peningkatan pendapatan di atas kertas, melainkan perubahan nyata yang benar-benar terasa dalam penghasilan bersih setelah seluruh biaya operasional diperhitungkan.

Para pengemudi berharap kebijakan terkait ekosistem transportasi daring dapat terus dikawal, sehingga pembagian hasil antara aplikator dan pengemudi semakin adil dan mampu memberikan kepastian penghasilan bagi mereka yang setiap hari mempertaruhkan waktu, tenaga, bahkan keselamatan di jalan raya.

Ojol bukan sekadar profesi. Di balik kemudi, terdapat perjuangan untuk menghidupi keluarga. Karena itu, peningkatan kesejahteraan seharusnya tidak berhenti pada kebijakan dan pernyataan, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan para pengemudi di lapangan.

Catatan: Kesaksian Arief merupakan pengalaman pribadi seorang pengemudi ojol dan tidak serta-merta mewakili seluruh pengemudi ojol di Kota Cirebon.
Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال