Musikalisasi Puisi Pelajar dan Artis Singapura Warnai Malam HUT ke-81 RI di Belakang Padang
Belakang Padang (Batam), Chansmedia.net
Malam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, berlangsung meriah, Minggu (16/8/2026) malam.
Rangkaian kegiatan yang menggabungkan seni, sastra, musik dan hiburan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat. Warga dari berbagai kalangan memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan penampilan para pelajar dalam lomba Musikalisasi Puisi Nusantara hingga hiburan spesial dari musisi asal Singapura, Naz.
Kemeriahan malam tersebut semakin terasa dengan antusiasme masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian acara. Kegiatan dipandu oleh dua MC, Waya Dila Fajrin, S.Pd., dan Guntur Firdaus, S.Pd., yang mampu menjaga suasana tetap hidup sepanjang acara.
Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, S.E., turut mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI. Momentum tersebut dinilai bukan sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda menampilkan kreativitasnya.
Musikalisasi puisi jadi panggung kreativitas pelajar sebelum memasuki acara hiburan, panggung utama terlebih dahulu diisi dengan lomba Musikalisasi Puisi Nusantara yang melibatkan pelajar tingkat SMP/MTsN hingga SMA/MA sederajat.
Lomba tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk menyalurkan kreativitas melalui perpaduan antara sastra dan musik. Peserta dituntut tidak hanya mampu membawakan puisi, tetapi juga mengemasnya menjadi sebuah pertunjukan yang memiliki harmonisasi, penghayatan dan ekspresi.
Dalam perlombaan tersebut, peserta diwajibkan membawakan puisi “Karawang Bekasi”. Selain puisi wajib, peserta juga memilih salah satu puisi pilihan, yakni “Rentak Takdir” dan “Uwak” karya H. Amsakar Achmad, serta “Corona…! Rinduku Berdarah” karya Samson Rambah Pasir.
Penampilan para peserta dinilai oleh tiga dewan juri, yakni Ilham, Juna dan Budi. Aspek penilaian mencakup harmonisasi musik dengan puisi, penghayatan, pemenggalan kata, ekspresi hingga kemampuan peserta menguasai panggung.
Salah seorang juri, Ilham, mengatakan harmonisasi menjadi bagian penting dalam musikalisasi puisi. Menurutnya, peserta harus mampu mengubah teks puisi menjadi lirik yang dapat disampaikan melalui musik tanpa menghilangkan makna dari karya tersebut.
“Tentu harmonisasi. Harmonisasi itu bagaimana peserta ini mengubah puisi yang dari teks menjadi lirik lagu. Habis itu tentu penghayatan. Karena kalau salah penghayatan, pemenggalannya salah, puisinya jadi salah. Setelah itu tentu penampilan performance-nya, bagaimana ekspresi mereka,” ujar Ilham.
Selain aspek teknis, Ilham juga menekankan pentingnya keberanian para pelajar untuk tampil dan berkarya. Ia berharap peserta tidak hanya berorientasi pada hasil perlombaan, tetapi menjadikan kesempatan tersebut sebagai pengalaman untuk mengembangkan kemampuan diri.
“Jadikan ini bukan sebagai ajang kompetisi, tapi ajang untuk berkarya. Karena tampil di suatu acara itu mahal. Jadi masalah menang kalah itu nomor sekian, tapi yang pertama bagaimana mereka bisa kuasai panggung. Ini malam mereka ibaratnya berkarya, masih muda berkarya,” tambahnya.
Artis Singapura naz bawakan 41 lagu setelah penampilan para pelajar, suasana malam kemerdekaan semakin semarak ketika Naz, musisi asal Singapura, naik ke atas panggung untuk menghibur masyarakat Belakang Padang.
Kehadiran Naz menjadi salah satu suguhan utama dalam malam perayaan tersebut. Ia tampil dalam format pertunjukan yang lebih panjang dengan membawakan puluhan lagu serta berkolaborasi bersama sejumlah penyanyi dari Batam dan penyanyi lokal asli Belakang Padang.
Naz mengaku senang kembali mendapat kesempatan menghibur masyarakat Belakang Padang. Kali ini, ia menghadirkan penampilan spesial dengan membawakan hingga 41 lagu.
«“Alhamdulillah, saya sangat berbesar hati diberi peluang kali ini untuk memberi satu kelainan yang full set. Selalunya satu atau dua lagu, tapi kali ini kita buat hingga 41 lagu. Ditemani bersama penyanyi-penyanyi dari Batam tersendiri dan juga penyanyi profesional asli anak pulau,” ungkap Naz.
Menurutnya, Belakang Padang memiliki suasana yang berbeda dan selalu memberikan kesan tersendiri. Sambutan masyarakat yang hangat membuat dirinya merasa nyaman dan selalu memiliki kerinduan untuk kembali tampil di daerah tersebut.
“Di Belakang Padang itu suasananya selalu meriah dan itu adalah satu yang saya sangat alu-alukan kerana setiap seorang itu memberi support yang sangat best,” tuturnya.
Penampilan Naz bersama para penyanyi pendamping tersebut pun mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Warga tampak menikmati hiburan hingga suasana malam semakin semarak.
500 kupon doorprize untuk masyarakat tidak hanya pertunjukan seni dan musik, kemeriahan malam perayaan HUT ke-81 RI juga dilengkapi dengan pembagian 500 kupon doorprize bagi masyarakat yang hadir.
Sebanyak 50 jenis hadiah disiapkan untuk para pemenang. Beragam hadiah menarik, termasuk produk elektronik, menjadi bagian dari apresiasi bagi masyarakat yang ikut memeriahkan malam kemerdekaan.
Rangkaian acara tersebut menjadi perpaduan antara kreativitas generasi muda dan hiburan bagi masyarakat. Musikalisasi puisi memberikan ruang bagi para pelajar untuk berkarya, sementara penampilan Tuan Nas menghadirkan hiburan yang semakin menghidupkan suasana.
Malam perayaan HUT ke-81 RI di Belakang Padang pun berlangsung penuh kebersamaan. Dari panggung sastra dan musik para pelajar hingga penampilan artis Singapura, seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari semarak perayaan kemerdekaan yang dirasakan bersama masyarakat di wilayah pesisir Kota Batam tersebut.
(Izazat karunia)


