📈 SAHAM
BBCA 9.125 ▲ 1,10%
BBRI 4.120 ▲ 0,85%
BMRI 5.875 ▲ 1,03%
TLKM 2.850 ▼ 0,35%
ASII 4.760 ▲ 0,42%
GOTO 72 ▲ 2,86%
ANTM 3.250 ▼ 0,61%
BBNI 5.100 ▲ 0,59%
ICBP 11.450 ▲ 0,22%
UNVR 1.845 ▼ 0,80%
BBCA 9.125 ▲ 1,10%
BBRI 4.120 ▲ 0,85%
BMRI 5.875 ▲ 1,03%
TLKM 2.850 ▼ 0,35%

Napak Tilas Masale Tompobulu: Menelusuri Awal Mula Pusat Kerajaan Tanralili


Maros, Chansmedia.net  

Sejumlah pegiat budaya bersama jurnalis dan keturunan Raja Tanralili melakukan penelusuran jejak sejarah Kerajaan Tanralili yang diyakini berawal dan pernah berpusat di Masale, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.

Penelusuran tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menggali kembali sejarah, adat, serta kearifan lokal yang diwariskan para leluhur sejak era kerajaan sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Jurnalis Chans Media di Maros, Samsul Hadi, S.H., bersama Rafiuddin Daeng Lalang, Kepala Dusun Masale, Kecamatan Tompobulu, yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Raja Tanralili ke-2, I Daengta Tanralili Matinroa ri Masale, turut menelusuri sejumlah jejak sejarah di wilayah tersebut.

Penelusuran ini juga menjadi bagian dari proses penyusunan buku sejarah berjudul Napak Tilas MASALE TOMPOBULU: Awal Mula Pusat Kerajaan Tanralili.

Salah satu keturunan Raja Tanralili, Patahuddin Karaeng Lalo, yang juga merupakan pendiri Lembaga Adat Jarriminasa Tanralili, menilai penulisan buku tersebut penting sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan budaya.

“Penulisan buku sejarah ini penting sebagai bentuk pelestarian budaya, adat, dan kearifan lokal warisan para leluhur era kerajaan pra-kemerdekaan RI,” tutur Patahuddin Karaeng Lalo.

Mengungkap Jejak Sejarah Masale

Tanah Tompobulu menyimpan jejak panjang peradaban yang selama ini banyak bertahan melalui cerita dan tutur lisan masyarakat.

Buku Napak Tilas MASALE TOMPOBULU: Awal Mula Pusat Kerajaan Tanralili hadir untuk mengajak pembaca menelusuri kembali akar sejarah tersebut.

Melalui pendekatan sejarah, adat, dan penelusuran lapangan, buku ini berupaya merekonstruksi kisah tentang Masale sebagai salah satu titik awal berdirinya pusat pemerintahan Kerajaan Tanralili.

Sejumlah pertanyaan sejarah turut menjadi bagian penting dalam penelusuran tersebut, antara lain mengapa Tompobulu dipilih sebagai pusat pemerintahan, siapa tokoh-tokoh yang berperan dalam pembentukan kerajaan, serta bagaimana struktur pemerintahan, sistem kekerabatan, dan nilai-nilai adat membentuk identitas masyarakat Tanralili sejak masa awal.

Samsul Hadi dan Rafiuddin Daeng Lalang dalam proses penyusunan naskah melakukan penelusuran terhadap situs-situs tua, manuskrip lontara, serta menggali keterangan melalui wawancara dengan para tetua adat dan pemangku budaya.

Dari berbagai sumber tersebut, mulai terungkap sejumlah narasi mengenai migrasi, konflik, aliansi, serta kebijaksanaan para pemimpin awal yang ikut meletakkan fondasi Kerajaan Tanralili.

Bukan Sekadar Catatan Sejarah

Buku ini tidak hanya diarahkan sebagai catatan sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai spiritual dan kultural yang diwariskan leluhur masyarakat Tanralili.

Setiap bagian dalam buku berupaya mengangkat kembali tempat, nama, dan peristiwa yang membentuk karakter masyarakat Tanralili hingga saat ini.

Nilai sipakatau, sipakalebbi, serta siri’ na pacce menjadi bagian penting dalam narasi budaya yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan bahasa yang runtut dan mudah dipahami, buku tersebut ditujukan bagi generasi muda Tanralili, peneliti, pegiat budaya, serta masyarakat luas yang ingin memahami akar sejarah dan asal-usul peradaban Tanralili.

Sebab, mengenal sejarah bukan hanya tentang melihat masa lalu, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk menjaga identitas dan menentukan arah masa depan.

Napak Tilas MASALE TOMPOBULU menjadi pengingat bahwa sebuah kerajaan tidak selalu bermula dari istana yang megah. Peradaban dapat tumbuh dari tanah, kesepakatan, nilai adat, serta orang-orang yang memiliki keberanian untuk membangun kehidupan bersama.

Dari Masale, jejak sejarah tersebut terus ditelusuri untuk mengungkap kembali bagian penting dari perjalanan Kerajaan Tanralili yang selama ini hidup dalam ingatan dan tutur masyarakat.


(Samsul Hadi)
Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال