Cirebon, Chansmedia.net-
Hobi bermain layang-layang kini tak lagi sekadar menjadi permainan anak-anak. Di tangan para penghobi dan komunitas, permainan tradisional tersebut berkembang menjadi ajang kompetisi yang penuh kreativitas, ketangkasan, sekaligus menjadi ruang silaturahmi lintas daerah.
Semangat tersebut terlihat dalam perayaan 10 tahun Der Panzer yang digelar bersama komunitas PALCI (Pelayang Cirebon) di wilayah Klayan, Kabupaten Cirebon, Minggu (20/9/2026).
Salah satu rangkaian kegiatan yang paling menarik perhatian adalah lomba adu layangan atau sambitan. Sebanyak 128 peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam turnamen yang hanya membuka satu kelas tersebut.
Para peserta datang dari berbagai wilayah, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Jakarta. Sejumlah daerah yang mengirimkan peserta antara lain Situbondo, Malang, Madiun, Bandung, Bogor, Depok, Karawang, Pekalongan, hingga Jakarta.
Salah seorang peserta asal Indramayu, Erwin, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, mengikuti lomba layang-layang bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi sarana melepas penat dari rutinitas pekerjaan.
“Sangat senang ikut kegiatan ini. Hitung-hitung refreshing saja, Mas, dari kesibukan kerja,” ujar Erwin.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa layang-layang masih memiliki tempat tersendiri di tengah perkembangan hiburan modern.
Selain menjaga keberadaan permainan tradisional, kegiatan semacam ini juga mempertemukan para penghobi dari berbagai daerah dalam suasana persaudaraan dan sportivitas.
Lebih dari sekadar adu ketangkasan di udara, perayaan satu dekade Der Panzer bersama PALCI menjadi momentum untuk memperkuat komunitas sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan dunia layang-layang.
Dari permainan tradisional, lahir kompetisi, persaudaraan, hingga peluang ekonomi—layang-layang kembali menunjukkan pesonanya di langit Cirebon.
(Suteni)

