Terintegrasi Sekolah Merah Putih mulai dibangun di kawasan Rempang, Batam, (september 2026). Sekolah yang dirancang dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) ini hadir dengan konsep pendidikan terpadu dan tanpa biaya bagi peserta didik.
Wali Kota Batam/Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan kehadiran sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda, khususnya anak-anak Rempang dan Galang.
Pembangunan ditandai dengan prosesi groundbreaking dan pemasangan tiang pancang perdana.
Berdiri di atas lahan seluas 18,5 hektare, sekolah tersebut dirancang menggunakan konsep asrama atau boarding school. Selain fasilitas pendidikan dan tempat tinggal bagi peserta didik, sarana yang disiapkan juga diarahkan berstandar internasional.
Amsakar mengatakan sekolah tersebut akan membuka kesempatan bagi anak-anak berprestasi dan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Putra-putri Rempang dan Galang juga menjadi bagian dari sasaran penerima manfaat.
“Kami harapkan kehadiran sekolah terpadu pertama di Batam ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak. Bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk membangun karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan,” ujar Amsakar.
Dari sisi pembiayaan, pembangunan sekolah diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp150 miliar. Dana tersebut berasal dari dukungan para pelaku usaha dan donatur, sedangkan BP Batam berkontribusi melalui penyediaan lahan seluas sekitar 18,5 hektare.
Dari total kebutuhan tersebut, dana awal yang telah terkumpul disebut mendekati Rp60 miliar.
“Rp150 miliar ini murni pembiayaan dari rekan-rekan pelaku usaha. Kami dari BP Batam menyiapkan luasan lahan kurang lebih 18,5 hektare,” ujar Amsakar.
Pembangunan sarana dan prasarana sekolah ditargetkan rampung pada akhir 2028. Kehadiran sekolah ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia Batam yang memiliki kompetensi dan daya saing lebih kuat.
Amsakar juga mengajak anak-anak berprestasi, keluarga prasejahtera, serta putra-putri Rempang dan Galang untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan yang disiapkan melalui sekolah tersebut.
“Anak-anak berprestasi, anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk putra-putri Rempang dan Galang, akan mendapatkan ruang dan kesempatan untuk menempuh pendidikan di sini. Oleh sebab itu, manfaatkan peluang ini agar SDM Indonesia, khususnya Batam, bisa lebih unggul dan memiliki kompetensi yang baik,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam/Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan sekolah tersebut juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan, termasuk asrama bagi peserta didik.
Menurut Li Claudia, konsep pendidikan terpadu tersebut diharapkan menciptakan lingkungan yang mendukung proses belajar sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
“Kami berharap kehadiran sekolah ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Batam dan menjadikan Rempang sebagai salah satu pusat pendidikan terpadu yang memberikan manfaat bagi anak-anak, khususnya generasi muda Rempang dan Galang,” ujar Li Claudia.
Reporter: Izazat karunia.




