📈 SAHAM
BBCA 9.125 ▲ 1,10%
BBRI 4.120 ▲ 0,85%
BMRI 5.875 ▲ 1,03%
TLKM 2.850 ▼ 0,35%
ASII 4.760 ▲ 0,42%
GOTO 72 ▲ 2,86%
ANTM 3.250 ▼ 0,61%
BBNI 5.100 ▲ 0,59%
ICBP 11.450 ▲ 0,22%
UNVR 1.845 ▼ 0,80%
BBCA 9.125 ▲ 1,10%
BBRI 4.120 ▲ 0,85%
BMRI 5.875 ▲ 1,03%
TLKM 2.850 ▼ 0,35%

Haul ke-6 Kang Jeler Jadi Momentum Silaturahmi, Singgung Rencana Membangun Desa


BOGOR — Kegiatan Haul ke-6 yang digelar Jumhana, yang akrab disapa Kang Jeler, berlangsung sebagai momentum untuk mengenang dan mendoakan keluarga sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga dan keluarga besar.


Kegiatan yang dilaksanakan di Vila Argaloka/Vila Bah Jeler, Jumat (14/8/2026), tersebut diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan, di antaranya khataman, santunan, serta tablighul Islamiah. Sejumlah tokoh agama turut hadir dan memberikan tausiah dalam kegiatan tersebut.


Kang Jeler mengatakan, pelaksanaan haul kali ini merupakan yang keenam. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, tetapi memiliki makna yang cukup mendalam bagi keluarga.


“Ini kan haul yang ke-6. Bagi kami, kegiatan seperti ini tentu paling berharga dan cukup berarti, karena bagi kami orang tua itu adalah segalanya. Ini juga menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga sekaligus saling bersilaturahmi,” ujar Kang Jeler.


Ia menilai, tradisi haul juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan mengingat kembali jasa serta perjuangan orang-orang tua yang telah lebih dahulu berpulang.


Di sisi lain, ketika ditanya awak media mengenai adanya keinginan sebagian masyarakat yang mendorong dirinya untuk maju sebagai bakal calon Kepala Desa, Kang Jeler memilih memberikan jawaban secara terbuka.


“Ini kan masih lama, kita juga belum ada wacana. Tetapi rencana sih sudah ada,” katanya.


Kang Jeler menuturkan, apabila ke depan dirinya mendapatkan amanah untuk memimpin desa, kegiatan-kegiatan yang memiliki nilai keagamaan, sosial, dan kebersamaan seperti haul tersebut berpotensi untuk dikembangkan dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas.


“Untuk ke depannya, seandainya kita menjadi kepala desa, ya mungkin kita bisa merekrut satu desa dalam kegiatan seperti ini. Karena kegiatan seperti ini tentu paling berharga dan cukup berarti,” tuturnya.


Menurutnya, membangun desa tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga bagaimana menjaga kebersamaan, memperkuat nilai sosial, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan bersilaturahmi.


“Yang terpenting bagi kami adalah kebersamaan. Kegiatan seperti ini menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga dan saling bersilaturahmi, dan untuk ziarah ke orang tua kita yang telah meninggal itu kan, bukan cuma hari ini, tetapi harus rutin,jika sehari sekali, maka seminggu sekali, jika tidak seminggu, maka sebulan sekali, dan atau setahun sekali” pungkasnya.


(WA)

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال